Menunggu Solusi, Pedagang Berjualan Dipinggir Jalan

MELAWI – Meskipun pembangunan Pasar Sayur di jalan Markasan sudah rampung, bahkan pembagian lapak sudah dilakukan, namun pedagang sayur masih ssaja berjualan di pinggir jalan. Hal tersebut dikarenakan persoalan pembagian lapak yang masih bermasalah.

Rahmad, salah satu pedagang Daging di Pasar Markasan mengatakan, yang masih bermasalah itu lapak-lapak pedagang sayur, sementara untuk pedagang daging sapi dan ayam sudah berjualan dilapak yang dibagikan.

“Pedagang sayur yang masih bermasalah, karena belum ada solusi dari pemerintah, maka pedagang sayur berjualan dipinggir jalan dengan membuka lapaknya sendiri,” katanya, Minggu (17/3).

Sebelumnya, seorang pedagang Sayur, Ramlan mengatakan, pihaknya sudah peernah datang ke Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (Diskukmdag) untuk menyampaikan persoalan dalam pembagian lapak. Yang mana ada pedagang yang tergusur saat pembangunan, namun saat pembagian lapak tidak mendapat bagian. Kemudian ada pula pedagang yang sudah tidak lagi berjualan namun namanya masih muncul.

“Ada pedagang yang tidak tergusur juga bisa masuk dalam pembagian. Itu persoalan yang kami sampaikan. Selain itu, juga pedagang ayam sekarang jumlahnya menggelembung bertambah banyak dari awalnya. Ini yang kami minta kejelasan,” ungkapnya.

Dengan persoalan yang terjadi tersebut, pembagian lapak terkesan bermasalah dan membuat Pasar Tradisional yang baru dibangun tersebut belum berfungsi optimal. Sambil menunggu solusi dari pemerintah, pedagang sayurpun tetap harus mencari rejeki, meski harus berjualan dipinggir jalan.

Kepala Diskumdag Melawi, Ramdha Suhaimi belum lama ini mengungkapkan, bahwa pihaknya akan melakukan pencabutan undi ulang. Hal tersebut dikarenakan dalam pembagian lapak awal, ada sejumlah lapak dalam pasar yang memunculkan persoalan.

“Termasuk ada lapak yang dibatalkan pembagiannya, seperti pasar sayur dan pasar daging ayam. Saya akan lacak dulu permasalahannya, nanti baru saya bentuk tim,” katanya.

Lebih lanjut Ramdha mengatakan, dirinya tak ingin mengambil keputusan sendiri di instansi yang baru dipimpinnya pasca pelantikan bulan lalu. Namun, Ia akan berkoordinasi dengan Bupati dan Sekda terkait solusi persoalan pasar tersebut. Namun ada kemungkinan dilakukan cabut undi ulang untuk pembagian lapak pada pedagang. Tentunya tidak seluruh lapak di undi ulang, namun hanya pada lapak-lapak yang masih bermasalah.

“Tentu nanti kita akan utamakan pedagang lama dulu. Yang baru bersabar, karena kita ada membangun pasar di sebelah bangunan yang sudah selesai. Saat ini, sebagian meja atau lapak pedagang belum ditempati, karena tak semua pedagang mendapat lapak. Sehingga ada keputusan untuk menarik ulang kembali lapak-lapak tersebut. Kami akan mengundang para pedagang yang berhak, setelah dilakukan diskusi bersama tim Kalau yang tidak bermasalah ya silahkan lanjut. Kalau soal ada isu-isu jual beli lapak, kita tak tahu. Itu bukan kapasitas saya. Tapi silahkan monitor dan bila kedepannya ada jual beli atau pungli, silahkan lapor dengan saya,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.