Milton Dorong Kaum Wanita Manfaatkan Pekarangan Rumah

Kaum wanita hendaknya menjadi wanita yang produktif membuat kebun sayur, paling tidak untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan sayur. Hal tersebut disampaikan Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si saat melakukan tatapmuka dengan kelompok wanita tani di Desa Baning Panjang Kecamatan Kelam Permai pada Kamis, 12 September 2013. <p>"Dengan mengkonsumsi sayur yang kita tanam sendiri, maka kebersihan dan keamanan bisa terjamin. Saya mengajak kaum wanita mengurangi bahkan menghilangkan kebiasaan memberikan anak-anak makanan ciki dan mi instan. Sehingga kesehatan anak-anak dan generasi muda kita akan lebih baik. Ubah ilalang di pekarangan rumah menjadi sayur-sayur yang sehat. Dan mengurangi beban anggaran untuk membeli sayur. Ibu-ibu habis noreh ndak pusing cari sayur untuk dimasak untuk makan siang suami dan anak-anak ndak pusing lagi, sayur ada di depan rumah” tambah Milton Crosby.</p> <p>Kepala BP4KKP Florentinus Anum menjelaskan pemanfaatan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Saya tidak berharap masyarakat di daerah kita kekurangan pangan karena daerah kita ini subur. Saya pernah ke timur tengah, disana suhunya sangat panas, tanah juga gersang, rumput tidak ada. Maka kita harus bersyukur karena di daerah kita diberikan karunia cuaca sedang dengan dua musim yakni hujan dan kemarau serta tanah yang subur. Kalau di timur tengah, di tanam ubi jadi tongkat karena mati, tetapi di tempat kita ditanam tongkat kayu ubi jadi ubi yang subur. Menanam sayur di pekarangan rumah ini saya harap menjadi kebiasaan. Dan kalau sudah sukses, petani sayur bisa menjadi pengusaha sayur.</p> <p>Ensali Kepala desa Baning Panjang merasa senang desanya dipilih untuk menjadi tempat pelaksanaan lomba ini. "Kegiatan ini sangat positif, saya melihat setelah ibu-ibu selesai noreh, dengan kegiatan ini, mereka menjadi memiliki kegiatan. Karena biasanya habis noreh, kaum ibu banyak ngerumpi saja. Nah, kita berharap memanfaatkan lahan perkarangan rumah dengan menanam sayur ini menjadi kebiasaan. Hasil sayur sudah ada yang dijual dan bisa membantu ekonomi rumah tangga.</p> <p>Russriwati ketua panitia lomba yang juga penyuluh pertanian di baning panjang kegiatan lomba ini untuk mendorong ketahanan pangan melalui kegiatan penanaman sayur. lomba pemanfaatan pekarangan rumah desa baning panjang yang diiktui oleh 58 ibu-ibu. Sudah tiga bulan terakhir masyarakat tidak membeli sayur ke luar, bahkan para penjual sayur mengeluh karena sayur yang dibawa dari kota sintang tidak laku.</p> <p>Dengan banyak sayur, kami berharap kaum ibu menghilangkan kebiasaan memberikan mi instan kepada anak-anaknya. Rumah juga menjadi sejuk dan lestari. Tiga orang juri, suhaidi kabis tanaman pangan. Pangan cukup, keluarga</p> <p>Berdasarkan penilaian lomba pemanfaatan pekarangan rumah, tim juri yang dipimpin Ir. Suhaidi memberikan penilaian dengan hasil Juara 1. Nilai 83 ibu tumi, Juara 2 nilai 73,00. Ibu kanisem, Juara 3 nilai 71,00.ibu rojinah, Juara 4 nilai 69, 83. Ibu jenai dan Juara 5 nilai 68,75. Ibu gunadi</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.