Milton: Mari Kita Jaga Investasi di Sintang

Investasi Perkebunan merupakan salah satu perwujudan Gerakan membangun Ekonomi Masyarakat (Gerbag Emas) dapat diwujudkan dengan tumbuhnya jalan-jalan baru di Sintang yang sangat membantu pemerintah dalam membuka isolasi masyarakat di pedalaman. <p style="text-align: justify;">Untuk itu Bupati Sintang, Milton Crosby mengajak masyarakat Kabupaten Sintang untuk menjaga investasi di daerah ini sebab sudah sangat membantu tumbuhnya perekonomian di Kabupaten Sintang.<br /><br />Hal tersebut dikatakan Bupati seusai menghadiri ekpose promosi investasi daerah Hutan Tanaman Industri PT Finantara Intiga di Camp tembawang Alak kecamatan Ketungau Hilir, Selasa (16/04/2013).<br /><br />Pemerintah tidak memiliki banyak uang untuk membangun jalan yang panjang terutama di daerah daerah pedalaman,para investor telah membantu pemerintah dalam membuka akses jalan, PT Finantara saja telah menyumbang sepanjang 132 Kilometer di Sintang dengan jalan utama 541 Kilometer di Kalimantan barat.<br /><br />“18 tahun berinvestasi masyarakat sudah mendapatkan royalti Rp10,5 Milyar dari produksi Kayu 1,2 Juta Kubik, dan telah menyumbangkan PBB sebesar Rp2 Milyar lebih pertahun dengan demikian sudah sangat membantu masyarakat dan Pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Sintang, “ ujar Bupati.<br /><br />Bupati juga berharap kerjasama antara perusahaan dan masyarakat dapat terbina dengan baik, sehingga masyarakat sekitarnya dapat merasakan manfaat keberadaan perusahaan di sekitar mereka.<br /><br />Kabupaten Sintang memilki Kawasan Hutan Industri hampir sertus ribu hektar, kawasan hutan ini tidak dapat dialihfungsikan menjadi kawasan lainya sebab seudah menjadi keputusan pemerintah pusat sejak 20 tahun lalu.<br /><br />Kawasan ini selain menghasilkan secara ekonomi namun dapat menjadi Ekowisata yang menjadikan sarana hiburan bagi masyarakat.<br />“PT Finantara ini sudah lebih baik dari sisi manajemen sehingga menghasilkan clone dua baru Ekaliptus yang tahan hama dan cocok untuk wilayah Sintang, kita berharap Finantara tidak hanya memproduksi kayu namun juga dapat menghasilkan produk rumah tangga melalui pemberdayaan masyarakat lewat koprasi, selain itu daun Ekaliptus ini juga dapat di suling menjadi minyak kayu putih, sehingga menambah peluang uasaha rumah tangga,” kata Bupati Milton.<br /><br />Sementara pihak PT Finantara Syamsul fika Dalam ekpose dihadapan Bupati mengatakan  PT Finantara telah menyalurkan CSR melalui pemberdayaan petani Karet di sekitar menjadi petani profesional dengan penghasilan mencapai Rp16 juta perbulan.<br />Ini merupakan lompatan penghasilan yang sangat baik dari sebelumnya yang berpenghasilan Rp2 juta perbulan.<br />Permasalahan yang masih dihadapai saat ini yakni image yang berkembang di masyarakat bahwa tanaman sawit lebih menguntungkan daripada tanaman kayu. Merubah Image ini memerlukan waktu dan pembuktian yang serius dari PT Finantara agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat lebih dari HTI ini. <strong>(das/Th)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.