Nelayan Tenang Tidak Ada Lagi Pencurian Ikan

Nelayan di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah merasa tenang melaut karena tidak ada lagi pencurian ikan oleh nelayan dari daerah lain. <p style="text-align: justify;">"Setelah tertangkapnya pencurian ikan oleh nelayan luar di perairan kami, kini nelayan bisa tenang. Kami sudah mengamati, tidak ada lagi pencurian ikan oleh nelayan dari daerah lain di sini. Nelayan di sini ingin suasana seperti ini terjaga," kata Kepala Desa Ujung Pandaran, Satar, Senin.<br /><br />Sekadar diketahui, Januari lalu nelayan setempat sempat resah oleh aktivitas kapal-kapal nelayan dari daerah lain yang mencari ikan di perairan Ujung Pandaran.<br /><br />Kapal-kapal yang sempat mereka sebut kapal misterius itu akhirnya berhasil ditangkap oleh Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah, Senin 7 Januari lalu.<br /><br />Saat itu polisi mengamankan tujuh kapal kayu dengan peralatan tangkap modern beserta awak kapal. Hasil pemeriksaan, para nelayan tersebut ternyata berasal dari Jakarta dan mengakui beraktivitas di perairan Kalimantan Tengah tanpa melapor. Saat ini para nelayan tersebut menjalani hukuman atas kesalahan mereka tersebut.<br /><br />Satar menjelaskan, saat ini nelayan setempat sedang menikmati musim panen berbagai jenis ikan seperti udang, rajungan, kepiting dan lainnya. Hasil tangkapan tersebut dipasarkan ke sejumlah tempat, khususnya ke Sampit yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kotim.<br /><br /> Saat ini suasana cukup bersahabat dan gelombang juga tidak terlalu tinggi makanya menjadi saat yang tepat untuk melaut. Mudah-mudahan saja hasil tangkapan musim ini banyak sehingga bisa menggembirakan masyarakat,  harap Satar.<br /><br />Sekitar 75 persen warga Desa Ujung Pandaran berpofesi sebagai nelayan. Tidak heran jika mereka sangat tergantung dengan hasil tangkapan di laut untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka. Jika cuaca laut sedang buruk, nelayan biasanya mengisi waktu dengan memperbaiki perahu dan alat tangkap.<br /><br />Selain sebagai daerah pemasokan ikan laut, Desa Ujung Pandaran juga sudah cukup dikenal karena merupakan salah satu objek wisata favorit di Kotim karena pantainya yang indah. Tiap liburan, khususnya usai lebaran dan tahun baru, pantai di kawasan itu dipadati ribuan warga dari berbagai daerah, termasuk dari kabupaten tetangga seperti Seruyan. Warga rela menempuh perjalanan hingga berjam-jam agar bisa menikmati liburan di pantai yang menghadap ke laut Jawa tersebut.<br /><br />Pemerintah daerah juga terus memoles desa ini agar semakin cantik dan memang layak dijadikan objek wisata yang bisa diandalkan. Tiap tahun, Dinas Pariwisata Kabupaten Kotim menggelar upacara Simah Laut yang merupakan acara syukuran atas hasil laut. Acara ini biasanya dihadiri ribuan warga dan telah dijadikan kalender event pariwisata Kabupaten Kotim. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.