Ngaku Diintimidasi Dosen Staima Mengundurkan Diri

Kisruh di perguruan tinggi Staima (Sekolah Tinggi Al-Maarif) makin meruncing, kali ini Ketua Jurusan Tarbiyah, Anuar Akhmad mengundurkan diri. Melalui surat pengunduran dirinya tertanggal 12 Januari 2012, Anuar Akhmad mengaku mendapat teror. Tidak itu saja, selain teror kepada dirinya, Anuar Akhmad juga mengaku terror itu juga dialami keluarganya. <p style="text-align: justify;">Kembali dikomfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (18/1) Anuar Akhmad mengatakan terror melalui pesan singkat itu bahkan sudah menjurus kepada ancaman fisik. Selain kepada dirinya terror juga dialamatkan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang. <br /><br />Dosen Staima yang juga sebagai salah seorang pejabat dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sintang, mengatakan bukti-bukti terror berupa pesang singkat itu sudah dikirimnya juga ke pimpinan Staima. Menurutnya terror itu berasal dari sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Korban Kebijakan Kampus. <br /><br />“Sebagian SMS itu sudah saya kirim ke pimpinan Staima, SMS yang terlalu berat isinya biasanya setelah say abaca langsung saya hapus,” kata dia. <br /><br />Meski nomor-nomor pengirim selalu  bergant-ganti namun Anuar Akhmad memastikan bahwa pesan singkat itu berasal dari mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Korban Kebijakan Kampus. <br /><br />“Nomornya selalu berganti-ganti, tapi dari isinya saya menduga itu dari mahasiswa yang berdemo beberapa waktu lalu,”lanjutnya.&lt;br />  <br />Sementara itu, Martin Sunarya salah satu pemerhati pendidikan di Kabupaten Sintang menanggapi alasan pengunduran diri Anuar Akhmad. <br /><br />“Kalau beliau dapat membuktikan bahwa itu dari sekelompok mahasiswa itu, kenapa tidak lapor saja ke Polisi. Diproses hukum saja, kita siap bantu,” kata Martin.<br /> <br />Disamping Martin menilai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tak mampu bersikap tegas atas salah satu pegawainya yang terindikasi menduduki jabatan struktural dan fungsional di STAIMA Sintang.  Menurutnya pejabat struktural yang di angkat oleh Pemerintah pada institusi Negara tidak diperkenankan untuk memangku jabatan lain pada lembaga Negara maupun swasta. Sebagaimana yang diatur dalam PP Nomor 30 Tahun 1980 tentang Disiplin PNS.<br /><br />Dalam UU Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, maka keberadaan pejabat Kantor Kemenag Kabupaten Sintang yang merangkap sebagai Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum di STAIMA Sintang sangat bertentangan dan ini sangat menganggu sistem pendidikan sebagaimana yang diamanahkan dalam UU Nomor 30 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. <br /><br />“Saya menganggap Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tidak mampu menertibkan anak buahnya yang rangkap jabatan, padahal Kepala Kantor Wilayah Kemenag Propinsi Kalimantan Barat telah menegaskan bahwa “pada dasarnya Kepala Kantor Wilayah Kemenag Propinsi Kalimantan Barat tetap bersikap pada ketentuan pilih salah satunya mau STAIMA atau PNS” bagi kami ini telah jelas dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sintang harus mengambil sikap tegas, jangan sampai persoalan ini semakin panjang dan meresahkan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan strata-1 di STAIMA Sintang,” tukasnya.<br />  <br />Terpisah, Ketua PMII Cabang Sintang Budiyono yang turut prihatin dengan keadaan STAIMA Sintang saat ini meminta kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang dapat bersikap bijak dan tidak perlu takut untuk mengambil langkah-langkah yang terbaik bagi PNS dilingkungan Kementerian Agama Kabupaten Sintang untuk  menarik PNS yang menjabat sebagai pejabat Struktural dan fungsional di STAIMA Sintang. <br /><br />Menurutnya sudah jelas dalam PP 60 tentang Pendidikan Tinggi bahwa pejabat struktural dan fungsional pada dosen tidak boleh memiliki jabatan struktural pada instansi pemerintah, apalagi untuk dosen yang mengajar pada lembaga pendidikan tinggi swasta yang juga bekerja sebagai PNS di lingkungan kementerian agama Kabupaten Sintang. <br /><br />Ditempat yang sama Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Cabang Sintang Awam Sanjaya, mengatakan secepat mungkin akan berkoordinasi dengan tokoh-tokoh NU dan pengurus LP Ma’arif Cabang Sintang untuk mensikapi permasalahan ini, agar rangkap jabatan yang menjadi polemik di masyarakat pada Kampus STAIMA Sintang dengan segera dapat ditangani. <br /><br />“Yang bersangkutan supaya legowo untuk mengundurkan diri, karena STAIMA Sintang ini kan milik organisasi NU dan masyarakat umum, bukan milik pribadi, Insya Allah STAIMA akan lebih baik kedepannya jika di tata secara professional oleh orang-orang yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan,” pintanya singkat. <strong>(phs)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.