Nota Pengantar RAPBD Kabupaten Sekadau 2020

SEKADAU, KN – Rapat Paripurna pengantar Nota RAPBD Kabupaten Sekadau tahun 2020. Rapat digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Kabupaten Sekadau, Jumat (20/9). Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Handi didampingi Wakil Ketua Jepray Raja Tugam dan Wakil Bupati Sekadau, Aloysius.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius saat menyampaikan nota pengantar RAPBD Kabupaten Sekadau tahun 2020 menuturkan, rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan belanja daerah merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD dan ditetapkan dengan peraturan daerah.

“Oleh karna itu, berbagai kebijakan daerah yang tertuang didalam RAPBD tahun 2020 yang merupakan penjabaran terperinci atas program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap SKPD dengan berpedoman kepada rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) serta kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran tahun 2020,” jelasnya.

Aloysius menyebut, tahun anggaran 2020 merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2016-2021. Tahun 2020, pembangunan diarahkan pada pemerataan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Selain itu, pemerintah Kabupaten Sekadau pada tahun 2020 juga dihadapkan pada 3 agenda penting daerah yaitu, Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak, Penyusunan RPJM ke-4 tahun 2021-2026 dan Pelaksanaan MTQ Provinsi Kalimantan Barat,” bebernya.

Aloysius menjelaskan, untuk struktur rancangan APBD tahun 2020 dan mengenai anggaran pendapatan secara keseluruhan pendapatan daerah Kabupaten Sekadau dalam rancangan APBD tahun 2020 diproyeksi berjumlah 1.050,62 Miliar rupiah yang terdiri dari:

1. Pendapatan asli daerah (PAD) ditargetkan sebesar 57,41 Miliar rupiah meningkat sebesar 496,56 juta rupiah atau sebesar 0,87 persen dari tahun 2019
2. Bagian pendapatan transfer ditargetkan sebesar 842, 00 Miliar rupiah atau meningkat sebesar 165,7 Miliar rupiah dibandingkan tahun anggaran 2019
3. Bagian lain-lain pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar 151,20 Miliar rupiah atau meningkat sebesar 13,85 Miliar rupiah dari tahun anggaran 2019.

“Mengenai rancangan anggaran belanja alokasi kredit anggarannya sebesar 1.050, 62 Miliar rupiah yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar 465,13 Miliar rupiah dan belanja langsung sebesar 585,49 Miliar rupiah,” beber Aloysius. (As/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.