Operasi Zebra Kapuas, Polres Melawi Tilang 422 Pengendara

Dalam pelaksanaan operasi zebra Kapuas yang berlansung sejak 22 Oktober sampai dengan 4 November, Setuan lalulintas polres Melawi, berhasil menjaring dan memberikan Tindakan Langsung (tilang) terhadap 422 pengendara serta 25 teguran. <p style="text-align: justify;"><br />Kasat lantas Polres Melawi, AKP Rido Hidayat SIK mengungkapkan, Jumlah pengendara yang melakukan pelanggaran tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu.Tahun lalu pengendara yang dikenakan tilang sebanyak 632, dan teguran sebanyak 59 pengendara. “Jadi cukup banyak berkurang,” kata kasat lantas usai menggelar operasi zebra terakhir, pada Rabu (4/11) di pos lalulintas.<br /><br />Rido mengungkapkan, penurunan jumlah pelanggaran tentu terjadi karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam disiplin berlalulintas. “Kalau jumlah pengendara yang ditilang naik berarti kesadaran masyarakat semakin rendah. Makanya kita bersyukur karena pelanggaran tahun ini berkurang,” katanya.<br /><br />Rido menuturkan, adapun pelanggaran yang paling mendominasi adalah, surat menyurat berkendara, seperti tidak membawa SIM dan STNK, yang mencapai 326 pelanggar, tidak menggunakan helm sebanyak 61, pelanggaran rambu 29 dan lain-lain 6.<br /><br />Rido mengatakan, operasi tersebut dilakukan setiap hari, pagi dan sore dengan lokasi berpindah-pindah. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalulintas di wilayah kabupaten Melawi.<br /><br />“Maka dari itu kita mengimbau kepada masyarakat tetap disiplin dalam berlalulintas, jangan hanya disiplin saat ada razia operasi zebra saja, tujuannya tidak lain untuk menghindari terjadinya kecelakaan,” katanya.<br /><br />Rido juga mengungkapan, setelah ini pihak kepolisian akan melakukan razia tak terduga di beberapa titik terutama bagi pengendara yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas dan mengganggu pengendara lain.<br /><br />“Sebelum itu kita juga sudah rutin dan memberikan himbauan kepada masyarakat, termasuk melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah, dengan harapan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat mulai dini,” tandasnya.<br /><br />Kata Rido pihaknya tidak akan segan menindak siapapun yang melakukan pelanggaran dalam berlalulintas, karena sudah menjadi kewajibannya. Maka dari itu setelah dilaksanakan razia, hendaknya masyarakat senantiasa membawa kelengkapan berkendara. (KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.