Organisasi Masyarakat Akan Demo Pertamina

Sejumlah organisasi masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan bersiap-siap melakukan aksi demontrasi besar-besaran ke Depo Pertamina Kalsel yang berlokasi di jalan Belitung Banjarmasin, menyusul adanya dugaan "permainan" distribusi BBM di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Koordinator Forum Lintas OKP-LSM Kalsel, Hermani Begman S.sos di Banjarmasin, Minggu mengatakan, dalam unjuk rasa nantinya akan diikuti oleh para usaha kecil menengah, nelayan, organisasi kepemudaan dan lembaga swadaya masyarakat.<br /><br />Demontrasi terkait penyaluran BBM yang diduga adanya permainan yang dilakukan oleh pihak Pertamina itu sesuai kesepkatan akan dilakukan pada 17,18, 19 Desember 2012 namun rencana tersebut ditunda untuk sementara waktu.<br /><br />Namun sebelum melakukan demo tersebut, pihak OKP-LSM memberikan batas waktu terhadap pihak pertamina agar bisa memenuhi tuntutan masyarakat yang diinginkan terkait penyaluran BBM yang baik dan sehat.<br /><br />"Kita menemukan bukti dilapangan bahwa selama ini penyaluran BBM yang dilakukan oleh pihak Pertamina diduga dan diperkirakan ada permainan karena ada sebagian tempat yang tidak mendapat penyaluran BBM tersebut," terangnya.<br /><br />Hermani terus mengatakan, dalam perkembangan yang kurang sehat dimasyarakat adanya spekulasi terkait distribusi BBM yang tidak tersalur. Selama tiga hari dan dapat berdampak tidak kondusifnya Kalsel.<br /><br />Dikhawatirkan dengan tidak tersalurnya BBM selama tiga hari di Kalsel itu, diduga adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil kesempatan dan menunggangi pergerakan/penyaluran tersebut.<br /><br />Bukan itu saja, unjuk rasa itu juga dimaksudkan hanya meminta keadilan terhadap hak nelayan dan para Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dihentikan secara sepihak oleh Pertamina.<br /><br />Sementara itu disisi lain hampir 90 persen Sentral Pengisian Bahan Bakar Utama (SPBU) dijadikan tempat pelangsiran oleh oknum-oknum tertentu dan perbuatanan itu terkesan dibiarkan oleh pihak Pertamina dan dinilai merugikan negara.<br /><br />Terus dikatakan, dari hasil investigasi OKP-LSM dilapangan ditemukan, hampir lebih kurang 90 persen yang diduga SPBU melayani pelangsir untuk solar bersubsidi dan selanjutnya dikirim ke Indistri pertambangan, sehingga terjadi kelangkaan solar subsidi dikalsel.<br /><br />Dengan kejadian itu, pimpinan pertamina Banjarmasin tidak bertindak tegas terhadap SPBU yang diduga melakukan dan pembiaran pelangsiran yang merugikan negara dan masyarakat pengguna umum dan pribadi.<br /><br />Bukan itu saja Pertamina juga harus menanyakan terhadap SPBU-SPBU yang berdiri dan berlokasi tidak jauh dari aktivitas pertambangan serta patut dipertanyakan apakah untuk melayani angkutan umum atau tambang dan masih banyak lagi temuan dilapangan.<br /><br />"Kita berharap agar kedepannya Pertamina bisa lebih berbenah dan pengawasan terhadap pihak SPBU lebih diperketat, serta tindak tegas SPBU yang melayani pelangsiran, karena BBM itu merupakan bahan yang sangat diperlukan masyrakat untuk aktivitas usaha," terangnya saat melakukan jumpa pers.<br /><br />Ditundanya unjuk rasa tersebut, pihak OKP-LSM memberikan kesempatan kepada pihak Pertamina agar bisa bersikap lebih adil terhadap para UKM, Nelayan dan lainnya serta bertindak tegas terhadap SPBU yang melayani pelangsiran, dan tidak terkesan pilih kasih, itu akan dilihat dalam waktu dekat ini, demikian Hermani.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.