Ormas Sesali Penutupan Iklan Pemkab Kubu Raya

Sejumlah organisasi masyarakat di Kabupaten Kubu Raya mempertanyakan kebijakan panitia yang menutup papan iklan berisi program pembangunan pemerintah kabupaten setempat saat kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Pontianak, 30-31 Mei. <p style="text-align: justify;"><br />"Bisa kita lihat adanya penutupan program pemerintahan milik Pemkab Kubu Raya yang terletak di sepanjang Jalan Akhmad Yani II oleh pemerintah provinsi," kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Kubu Raya, Nursaid, di Sungai Raya, Senin.<br /><br />Menurut dia, sudah menjadi kewajiban bagi Pemprov Kalbar untuk mempersiapkan penyambutan kedatangan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan.<br /><br />"Namun sangat disayangkan di sisi lain penyambutan tersebut kami nilai telah mengesampingkan program-program pemerintah kabupaten yang sudah dipasang di iklan yang ada di jalan itu. Dan kami dari organisasi-organisasi kepemudaan bersama Pemkab Kubu Raya dan juga masyarakat sangat kecewa dengan hal ini," katanya.<br /><br />Presiden datang dalam rangka peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-8 yang dirangkai dengan acara Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39.<br /><br />Nursaid yang didampingi Ketua Gema Kosgoro Kubu Raya Gubrani, Korwil KNPI Kubu Raya Saprani, Wakil Ketua Pemuda Tarbiyah Kubu Raya Jaka Iswara, Ketua IPNU Kubu Raya Muhammad Amin, Ketua Sarjana Alwashiliyah Kubu Raya Tediono, Koordinator Sarjana Pendamping Desa Musa, dan Ketua LSM LP2UK Kubu Raya Firman menilai baliho sosialisasi Program Pemkab Kubu Raya yang menjadi andalan daerah ditutup oleh pemasangan baliho ucapan kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<br /><br />"Ini sangat disayangkan padahal baliho ucapan selamat datang Presiden RI sudah banyak di mana-mana, namun itu masih kurang cukup," katanya.<br /><br />Mereka menyesali pula bahwa penutupan iklan program pemkab itu tanpa koordinasi terlebih dahulu.<br /><br />"Padahal sosialisasi program-program unggulan Pemkab Kubu Raya juga dimaksudkan agar dapat dilihat secara langsung oleh Presiden RI dan rombongan dengan harapan pemerintah pusat mengetahui perkembangan dan kemajuan Kubu Raya sebagai kabupaten termuda," kata Nursaid.<br /><br />Ironisnya, lanjut Nursaid, baliho untuk iklan komersial lainnya yang tidak ada kepentingan publik di dalamnya.<br /><br />Mereka juga mengkritisi tidak dilibatkannya Pemkab Kubu Raya dalam penyambutan Presiden juga sangat disayangkan.<br /><br />Ketua Gema Kosgoro Kabupaten Kubu Raya, Gubrani menambahkan, Program Beras Lokal Kabupaten Kubu Raya tidak dimiliki kabupaten lain dan menjadi program unggulan sepertinya juga tidak mendapat dukungan pemerintah provinsi, karena baliho yang berisikan gambaran umum program tersebut juga ditutup oleh Pemprov.<br /><br />Demikian pula dengan Program KSP Grameen dan PKK Kubu Raya, juga ditutup.<br /><br />"Kita mempertanyakan ada apa dengan semua ini, apa program-program tersebut tidak boleh dituangkan dalam ‘banner’ untuk dibaca oleh Presiden. Padahal ‘banner’ tersebut sudah dipasang dua tahun lalu. Kenapa baru sekarang itu ditutup bahkan tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu," kata Gubrani. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.