Pabrik Kertas Penajam Serap 20.000 Tenaga Kerja

Rencana PT Agra Bareksa Indonesia membangun pabrik kertas di Kawasan Industri Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, mampu menyerap 20 ribu tenaga kerja, kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten setempat Ady Irawan. <p style="text-align: justify;">"Perusahaan yang bergerak di bidang hutan tanaman industri (HTI) itu, berencana mendirikan pabrik berkapasitas 1 juta ton "pulp" atau bubur kertas senilai Rp2 triliun. Tentunya, investasi perusahaan Djarum Grup itu membutuhkan 20 ribu karyawan sehingga dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, terutama yang sedang mencari pekerjaan di daerah ini," kata Ady Irawan, Kamis.<br /><br />PT Agra Bareksa Indonesia kata Ady Irawan, menggandeng PT Fajar Surya Swadaya yang juga merupakan grup Djarum, sebagai pemasok bahan bahan baku kertas.<br /><br />PT Fajar Surya Swadaya lanjut Ady Irawan, akan mengharap areal seluas 66.659 hektare.<br /><br />Penggarapan lahan tersebut tambah dia, berdasarkan SK defnitif Nomor 383/Kpts-II/97 yang terdata menjadi anggota Asosiasi Perusahaan Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Timur.<br /><br />"Lokasi HTI tidak jauh dari wilayah Penajam Paser Utara, yakni di Desa Toyu, Kecamatan Long Kali, Paser. Sebagian operasional lahan perusahaan itu masuk ke wilayah Penajam Paser Utara, sehingga, memudahkan kedua perusahaan ini melakukan sinergi usaha," katanya.<br /><br />"Berdasarkan perhitungan bisnis, untuk memenuhi target 1 juta ton bubur kertas, PT Agra Bareksa Indonesia memerlukan 4,2 juta meter kubik kayu akasia sehingga diperlukan luas lahan 24 ribu hektare per tahun," ujar Ady Irawan.<br /><br />Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini tengah mengembangkan areal Buluminung menjadi kawasan industri.<br /><br />"Kawasan Buluminung tersebut akan melengkapi Kawasan Industri Kariangau (KIK) Balikpapan," kata Ady Irawan. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.