Pamtas-Dinkes Operasi Katarak Gratis Warga Perbatasan Entikong

Pasukan pengamanan perbatasan Batalion Infanteri 403/Wirasaba Pratista bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Sanggau mengadakan operasi katarak gratis untuk warga perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Operasi katarak dijalani sembilan warga perbatasan," kata dokter Satgas Pamtas Letda (K) CKm dr Dita dihubungi dii Entikong, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, program pemberantasan kebutaan merupakan agenda tahunan dari Dinas Kesehatan, dan dalam program tersebut Pamtas Yonif 403/WP juga berperan untuk membantu para medis guna memberantas kebutaan khususnya di perbatasan.<br /><br />Menurut dia, selain operasi katarak, juga diadakan pengobatan penyakit Pterygium secara gratis kepada seluruh masyarakat di daerah Kabupaten Sanggau yang dipusatkan di RSUD tipe C Sanggau.<br /><br />"Pengobatan ini merupakan program tahunan dari Dinas Kesehatan Sanggau dengan tema Pemberantasan Kebutaan," jelas Dita.<br /><br />Pendaftaran bagi pasien hanya dibuka selama dua hari, mulai tanggal 19 sampai dengan 20 Agustus 2013 dengan membawa fotokopi KTP sebanyak 2 lembar dan fotokopi kartu Jamkesmas sebanyak 2 lembar, apabila tidak ada menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dilegalisir oleh kecamatan.<br /><br />Dita mengatakan, sebanyak 254 pendaftar dari berbagai desa dan baru 134 orang yang telah selesai dioperasi. Sembilan di antara mereka merupakan warga perbatasan Entikong.<br /><br />Pengobatan kali ini mendatangkan langsung dari pusat Persatuan Dokter Mata Indonesia (Permadi) dengan ketua tim operasi dr Edy Suprabowo, MKM.<br /><br />Selain operasi, bentuk pengobatan yang dilakukan dalam berbagai tahapan, dimulai dari pemeriksaan seleksi operasi katarak, pengambilan list dan penomoran rekam medis, pemeriksaan laboratorium, penjadwalan operasi dan pengisian "informenconsend" operasi mata oleh tim dokter mata, tindak lanjut satu hari sebelum operasi, tindak lanjut 3 hari pasca dan selanjutnya dikontrol secara kontinyu oleh dokter puskesmas setempat.<br /><br />Menurut dr Dita, dalam pengobatan tersebut, masyarakat sangat menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta Satgas Pamtas Yonif 403/WP untuk tetap memperhatikan dan memberikan bantuan pengobatan secara gratis kepada masyarakat yang memang kurang mampu. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.