Panen Raya di Melawi Meningkat

MELAWI – Hampir seluruh petani di kecamatan saat ini melakukan panen raya gabah. Baik yang berladang maupun yang bersawah. Pemerintah khususnya Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Melawi berharap panen raya awal tahun ini bisa membuahkan hasil yang meningkat.

“Walau belum mengetahui berapa hasil yang didapat petani, namun untuk laporan awal dari penyuluh, hasil panen tahun ini terbilang sangat baik. Kabar tersebut tentunya datang dari para petani yang ikut langsung melakukan pemanenan,“ katanya Oslan kepada wartawan, Selasa (12/2/2019).

Oslan menuturkan, untuk sawah, sudah ada laporan dari beberapa kelompok tani hasilnya mulai dari 2,8 ton gabah per hektar hingga di atas 3 ton, tergantung pemeliharaan dan bibit.

“Sedangkan yang berladang ini, kita belum terima laporannya, mudah-mudahan saja banyak,” ungkapnya.

Oslan menjelaskan, secara umum, di Melawi, gabah memang lebih banyak dihasilkan oleh lahan kering. Karena secara total jumlah lahan kering atau petani yang berladang jauh lebih banyak dari yang bersawah. Beberapa kecamatan yang akan menghadapi panen raya seperti Belimbing, Nanga Pinoh, Sayan hingga Tanah Pinoh untuk lahan basah.

“Khusus untuk sawah nanti kita coba dorong agar petani bisa dua kali panen dalam setahun. Karena untuk cetak sawah baru seperti yang di Mulung, Semadin, utamanya daerah Nanga Pinoh, yang baru belajar, masih baru sekali setahun. Kalau yang sudah biasa bersawah seperti di Senain, Mekar Pelita, Kota Baru itu bisa dua kali panen,” katanya.

Diakui Oslan, memang rata-rata pertanian konvensional hanya bisa panen sekali setahun. Berbeda dengan sawah yang bisa ditanam hingga dua atau tiga kali dalam setahun. Jadi petani sawah biasa menanam padi di musim tanam rendeng dan juga musim tanam gadu, sementara yang konvensional tidak.

“Untuk 2019, kita rencanakan ada daerah yang difokuskan untuk menghasilkan beras merah. Beras merah biasa ditanam di ladang, nah ini kita coba ditanam di sawah. Melawi ini coba difokuskan sebagai pilot project Bawang Merah dan Beras Merah,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.