Pangdam Tegaskan TNI Komitmen Tanggulangai Karhutla

MELAWI,KN-Titik api (hotspot) Di Kabupaten Melawi pada pekan lalu diketahui terdapat delapan titik api. Penyebaran titik api terbanyak ditemukan di Kecamatan Belimbing, dan di Tanah Pinoh, Ella dan Tanah Pinoh Barat. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan titik api di Melawi pada musim kemarau saat ini.
Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Herman Asaribab saat mengunjungi Melawi menegaskan, jajarannya bersama Pemerintah daerah dan Polri sudah berkomitmen menanggulangi karhutla.
“Kami dari TNI siap mendukung penanganan karhutla. Satuan-satuan kami di tingkat daerah juga sudah melaksanakan seluruh kegiatan untuk penanggulangan karhutla dengan menurunkan 1.500 personel TNI di Kalbar maupun Kalteng,” ujarnya ditemui di Pendopo Bupati belum lama ini.
Lebih lanjut Pria nomor satu ditingkat Kodam XII Tanjungpura tersebut mengatakan, upaya penanganan karhutla memang juga perlu didukung dengan adanya program dari Pemerintah Daerah terkait mengubah pola pikir masyarakat dalam membuka lahan dengan cara membakar.
“Hal ini biasanya sudah ada dalam program Pemda. Kami tinggal mendukung itu. Mungkin ada bagaimana cara berladang dengan teknik-teknik yang jauh lebih modern. Karena memang setiap menjelang pertengahan tahun, tensi kita selalu mulai mengarah ke karhutla,” ujarnya.
Herman juga sudah memerintahkan jajarannya untuk bersama mencari solusi, bagaimana hingga sepuluh tahun ke depan, peristiwa karhutla yang berdampak pada kabut asap ini tidak lagi terjadi. Tentunya akan ada metode yang lebih efektif untuk mengatasi hal tersebut. “Sehingga ke depan, masyarakat kita yang memang kehidupannya tergantung pada pertanian ini bisa mengolahnya dengan teknik yang modern,” harapnya.
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafaruddin beberapa hari lalu mengatakan, sebaran titik api di Melawi memang sudah meningkat sejak sepekan terakhir. Antara Selasa dan Rabu pekan lalu titik api terbanyak berada di Kecamatan Belimbing. Satu lagi ditemukan di Tanah Pinoh. Hari-hari sebelumnya juga diketahui ada titik api di kecamatan lain seperti Ella dan Tanah Pinoh Barat,” ungkapnya.
Syafar mengungkapkan, Satgas Gabungan yang terdiri dari TNI, Polri serta BPBD dan masyarakat sudah turun ke desa-desa yang menjadi titik siaga penanggulangan karhutla. Bila diketahui adanya titik api, maka Satgasgab akan menuju ke area tersebut. “Satgas akan turun ke lokasi bila memang mampu terjangkau. Jadi langsung melakukan pemadaman semampunya bersama masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Sekretaris Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Yakobus Kumis saat mendampingi Pangdam XII Tanjungpura ke Melawi mengatakan, terkait Karhutla memang setiap tahunnya terjadi. Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat untuk bisa secara bijak mengelola lingkungan agar tidak melakukan pembakaran terutama di lahan-lahan kosong.
“Kemudian terhadap ladang berpindah, di lokasi lahan mineral biasanya dilakukan dengan cara kearifan lokal. Bisanya terjaga dengan baik. Namun yang menjadi problem adalah daerah gambut, begitu terjadi Karhutla maka akan berbahaya, sebab daerah gambut ini kedalamannya dari satu meter hingga 15 meter. Sehingga jangan pernah terjadi Karhutla di daerah gambut,” paparnya.
Terkait masyarakat yang membakar untuk berladang didaerah mineral, lanjutnya, Ia mengaku mengerti sebab dirinya adalah anak orang pedalaman. Sehingga tau bagaimana pembakaran lahan untuk berladang di daerah mineral.
“Ini biasanya dilakukan dengan bergotong royong mengumpulkan orang kampung, yang sebelumnya diumumkan, dan membakar dengan aturan, berskat dan dibikin dengan kolam-kolam. Itu sudah beratus tahun terjadi dan tidak terjadi persoalan, dan masih bisa dipertanggungjawabkan. Yang tidak bisa kita pertanggungjawabkan jika karena persoalan alam. Kadang tidak ada yang membakar, hanya terkena pantukan cahaya lewat kaca saja bisa terbakar, atau lewat puntung rokok, itu yang harus diwaspadai,” paparnya.
Yakobus mengatakan, dirinya berharap pemerintah daerah hingga ke pemerintah desa bisa menyediakan sarana dan prasarana mesin robin untuk menanggulangi daerah terpencing untuk antisippasi terjadinya kebakaran. “Agar didaerah yang tidak terjangkau oleh Mobil pemadam kebakaran bisa tertanggulangi dengan baik,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.