Pangdam XII/Tpr Hadiri Pembukaan PGD X Kabupaten Sekadau

SEKADAU, KN – Pekan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019 di buka. PGD ke-X yang digelar selama 6 hari dari tanggal 29 Juli sampai 3 Agustus, dibuka oleh Bupati Sekadau Rupinus, Selasa (29/7/2019) dengan ditandai pemukulan gong sebanyak 7 kali.

Sedangkan, Pangdam XII/Tpr, Mayjend TNI Herman Asaribab di daulatkan untuk pancung buluh muda sebelum memasuki area Betang Youth Center pusat pelaksanaan Gawai Dayak ke-X.

Sambutan Ketua Panitia PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019, Yohanes Anes, selaku ketua panitia mengucapkan selamat datang kepada semua kontingen DAD kecamatan dan peserta PGD serta para undangan.

Anes menyebut, Gawai Dayak merupakan kegiatan rutinitas setiap tahunnya sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memberikan berkat yang melimpah sehabis panen padi. Selain itu, Gawai Dayak merupakan program rutin DAD Kabupaten yang merupakan event kebanggaan Kabupaten Sekadau.

Pelaksanaan PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019 berlangsung selama 6 hari, dari 29 Juli-3 Agustus yang dipusatkan di rumah Betang Youth Center.
“Panitia juga mengadakan berbagai macam kegiatan pertandingan dan perlombaan,” kata Anes.

Selaku ketua panitia, Anes mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Sekadau yang telah mendukung penuh PGD ke-X dan pendanaan yang bersumber dari Pemkab, donatur, perusahaan, rekan panitia, TNI, Polri dan semua yang turut andil dalam pelaksanaan PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019 ini. “Mari kita bersatu dan bergandeng tangan dalam melaksanakan Gawai Dayak di daerah kita,” ajak Anes.

Sambutan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau diwakili Sekretaris DAD Isbianto menyebut, Gawai Dayak merupakan kegiatan rutinitas dan merupakan ajang pelestarian adat budaya dayak serta untuk mengembangkan adat budaya dayak. “Kami dari DAD Kabupaten mengharapkan suport dan bimbingan Pemkab Sekadau dalam memperkuat nilai budaya kita,khususnya di Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Ketua DAD Kalbar, Jakius Sinyor mengucapkan apresiasi atas pelaksanaan PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019.
Gawai Dayak kata dia, merupakan suatu tradisi, dimana kita mengucapkan syukur kepada Jubata (Tuhan) karna kita sudah melakukan panen padi. “Komitmen kita, budaya harus kita pertahankan. Dayak tetap dayak. Kita harus mengakui kita sebagai orang Dayak dan harus mempertahankan budaya Dayak,” pesannya.

Sambutan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) diwakili Sekjen MADN Yakobus Kumis, apresiasi atas pelaksanaan Gawai Dayak ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019. “Terimakasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Sekadau yang sudah membantu pelaksanaan PGD ini,” ucapnya.

Berkaitan dengan adat budaya, Yakobus berpesan agar orang Dayak harus meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang pendidikan supaya bisa bersaing dengan dunia luar. “Orang Dayak harus pintar, harus, cerdas dan harus tetap bersatu,” pesannya.

Gubernur Kalbar diwakili Staf Ahli Gubernur Provinsi Kalbar mengungkapkan, atas nama Pemerintah provinsi Kalbar mengucapkan selamat melaksanakan PGD. “Kita sangat bangga dengan adanya Gawai Dayak, karna ada perlombaan, tentu sangat mendorong partisipasi masyarakat. Event di Kabupaten Sekadau perlu mendapat dukungan,” tuturnya.

Hermanus berharap, dalam pelaksanaan PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019 ini, hendaknya berjalan dengan mulus sehingga dapat membangun citra positif.
“Tetaplah menjaga dan memelihara rasa kebersamaan, tetaplah cinta tanah air,” pesannya.

Pangdam XII/Tpr, Mayjend TNI Herman Asaribab, mengapresiasi PGD ke-X Kabupaten Sekadau tahun 2019 ini. Kiranya dapat dijadikan wahana dalam melestarikan adat budaya Dayak. Gawai Dayak perlu dilakukan, agar nilai budaya positif yang diberikan leluhur kita tidak luntur oleh budaya luar.

“Mari kita ciptakan kebersamaan guna memperkokoh persatuan bangsa.
Saya ucapkan selamat gawai dayak semoga membawa dampak positif bagi Bangsa dan Negara. Semangat seperti ini tetap kita jaga, walau berbeda tapi tetap satu,” pesan Pangdam XII/Tpr.

Sambutan Bupati Sekadau, Rupinus yang sekaligus membuka pelaksana Pekan Gawai Dayak ke-X tahun 2019 mengatakan, Pekan Gawai dayak Kabupaten Sekadau tahun 2019 ini, menutup semua kegiatan Gawai nyapat tahun di kampung-kampung yang ada di Kabupaten Sekadau yang dimulai sejak tanggal 1 Mei lalu.

Makna dari Gawai Dayak ini kata Bupati Rupinus adalah pelestarian adat budaya.
Gawai Dayak adalah kegiatan rutinitas yang dilakukan setiap tahun setelah selesai panen padi. Dalam pelaksanaan Gawai ini, kita mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat yang diberikan. Selain itu, juga mendoakan alat-alat pertanian yang akan digunakan dalam bekerja kedepannya dan doa pemberkatan benih.

“Terimakasih kepada Pastor Paroki Sekadau karna sudah menyiapkan Rumah Betang Youth Center ini untuk pelaksanaan Gawai Dayak. Terimakasih juga kepada Panitia, donatur dan pihak keamanan yang sudah mengamankan kegiatan PGD ini,” ucap Bupati Sekadau, Rupinus. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.