Panglima TNI-Rektor Untan MoU Masalah Perbatasan

Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko dan Rektor Universitas Tanjungpura Pontianak Thamrin Usman DEA, Kamis, menandatangani MoU atau nota kesepahaman tentang mengatasi masalah-masalah yang ada di perbatasan. <p style="text-align: justify;">"Dengan MoU tersebut, kami akan bersama-sama dalam melaksanakan tiga aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat khususnya di perbatasan," kata Thamrin Usman DEA di Pontianak.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam nota kesepahaman tersebut salah satunya juga disepakati menciptakan lingkungan hijau dengan menanam pohon dalam berbagai kegiatan lainnya.<br /><br />"Kami juga akan memfokuskan kegiatan kemahasiswaan seperti kuliah kerja nyata (KKN) di kawasan-kawasan perbatasan," ujarnya.<br /><br />Thamrin menambahkan kedua belah pihak memiliki komitmen yang sama, dalam hal berbagi pengalaman untuk memikirkan negara dan memberikan pokok-pokok pikiran, karena negara ini dimiliki semua anak bangsa.<br /><br />"Intinya semua sama-sama bagaimana mempertahankan, melestarikan dan menjaga sumber daya alam, flora fauna baik yang ada di daratan maupun lautan," katanya.<br /><br />Sementara itu, Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko menyatakan pola pengamanan kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga jauh lebih efektif melalui pendekatan peningkatan kesejahteraan masyarakat di perbatasan tersebut.<br /><br />"Menurut pandangan saya pengamanan kawasan perbatasan tidak cukup dengan pendekatan secara keamanan, tetapi lebih efektif melalui pendekatan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di perbatasan," katanya.<br /><br />Kunjungan kerja Panglima TNI ke Pontianak menjadi keynote speaker pada seminar nasional "Pengelolaan Sumber Daya Alam Dalam Perspektif Ketahanan Nasional" pada Dies Natalis Untan Pontianak ke-55.<br /><br />Oleh karena itu, menurut dia, dirinya mengambil DR dengan disertasi masalah perbatasan, khususnya pola pengamanan kawasan perbatasan di Kalimantan Barat dengan Malaysia, Sarawak.<br /><br />"Apabila masyarakat di perbatasan diberdayakan semaksimal mungkin sehingga mereka akan lebih sejahtera," kata mantan Pangdam XII Tanjungpura tersebut. <strong>(das/ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;">Poto Dok Antara</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.