Panwaslu: TPS Didirikan Di Halaman Tempat Ibadah

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang menemukan ada tempat pemungutan suara (TPS) yang didirikan di halaman tempat ibadah atau bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 72 Tahun 2009. <p style="text-align: justify;">Ketua Panwaslu Kota Semarang Sri Wahyu Ananingsih di Semarang, Minggu, menjelaskan bahwa pendirian TPS di halaman tempat ibadah bertentangan dengan Pasal 23 PKPU Nomor 72 Tahun 2009 tentang Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pilkada di TPS.<br /><br />Peraturan KPU tersebut mengatur bahwa lokasi TPS menggunakan ruang gedung sekolah atau tempat pendidikan, balai pertemuan masyarakat, gedung atau kantor milik pemerintah dan nonpemerintah termasuk halamannya dengan ketentuan, terlebih dahulu harus mendapat izin dari pengurus gedung atau tempat terkait.<br /><br />"Pada ayat 2 Pasal 23 tersebut juga jelas menyebutkan bahwa tempat ibadah termasuk halamannya tidak dibenarkan untuk digunakan sebagai tempat pemungutan suara," katanya.<br /><br />Sejumlah TPS yang berada di depan tempat ibadah di antaranya TPS 7 Palebon, Kecamatan Pedurungan; TPS 15 Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur; dan TPS 40/41 Tabakmulyo, Kecamatan Semarang Utara, dan di daerah Plamongan Indah.<br /><br />"Kami dari Panwaslu sebenarnya tidak membiarkan pelanggaran dengan menegur PPS, KPPS, dan PPK tetapi tidak ditindaklanjuti dengan alasan tidak ada tempat lain yang memadai serta dari tahun ke tahun tidak ada masalah," katanya.<br /><br />Dugaan pelanggaran lain, tambah Ana, Panwaslu juga menemukan pembagian logistik baru didistribusikan pagi hari pada pemungutan suara dan ada kotak suara yang diamankan di rumah penyelenggara Pemilu.<br /><br />Padahal Pasal 12 PKPU menyebutkan bahwa untuk keamanan, surat suara, dan alat kelengkapan sebelum hari dan tanggal pemungutan suara, disimpan di kantor rukun warga (RW), rukun tetangga (RT), atau tempat lain yang dapat menjamin keamanannya.<br /><br />"Jumlah segel yang seharusnya 15 per TPS, dalam praktiknya juga ditemukan dengan jumlah bervariasi," katanya.<br /><br />Ana menambahkan Panwaslu juga menemukan kotak suara tertukar yakni di TPS 12 dan TPS 13 di Kelurahan Purwosari sehingga mengakibatkan kekurangan 90 surat suara dan harus menambah dari kecamatan. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.