PD Aisyiyah Melawi Gelar Pelatihan Muballighat dan Baitul Arqom

MELAWI-Pimpinan Daerah Aisyiyah Melawi menggelar pelatihan Muballighat dan Baitul Arqom bagi kader-kadernya di Melawi, Sabtu (16/3) di SMA Muhammadiyah Nanga Pinoh. Pelatihan yang bertemakan perempuan berkemajuan mengasah kompetensi Muballighat untuk dakwah pencerahan menuju perempuan berkemajuan tersebut, juga dihadiri Dewan Pimpinan Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh Tokoh Muhammadiyah.

Ketua panitia pelaksana, Wiwik Setyorini dalam sambutannya mengatakan bahwa Alhamdulillah kegiatan ini dapat terselenggarakan oleh pimpinan daerah Aisyiyah khususnya bidang majelis tabligh. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kompetensi sebagai calon da’iyah, karena salah satu ciri perempuan berkemajuan adalah selalu mengasah kompetensi sehingga dapat menghasilkan muballighat yang mampu mengembangkan pengajian aisyiyah, terampil dan profesional di bidang dakwah.
“Gerakan dakwah bisa dimulai dari diri sendiri keluarga dan lingkungan sekitarnya. Dasar hukum dari kegiatan ini adalah Alquran surat Ali Imron ayat 104 yang artinya dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan menyuruh kepada yang Ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka adalah orang-orang yang beruntung. Serta riwayat Muslim yang artinya barangsiapa yang melihat suatu kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya dan itu adalah selemah lemahnya Iman,” ungkapnya.
Ia mengatakan pihaknya mempunyai kewajiban untuk dapat melaksanakan kegiatan ini di daerah. Pesertanya berasal dari pengurus dan anggota pimpinan daerah Aisyiyah Kabupaten Melawi dan jamaah pengajian mualaf pembinaan Aisyah
Sementara itu, Ketua I Pimpinan Daerah Aisyiyah Melawi, Hj. Habibah mengatakan, kegiatan pelatihan Muballighat dan Baitul Arqom bertujuan untuk membangun kualitas aqidah, ahlak, dan mualamah di kalangan umat. “Tentunya semua tru berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Quran dan sunnah, melalui pesan-pesan yang bersifat pencerahan yang berorientasi pada pembebasan dan pemberdayaan,’ ucapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kader Aisyiyah harus mampu mengambil peran ditengah maraknya isu-isu pendidikan, isu politik, dan isu ekonomi. Kader dan pimpinan majelis harus memiliki pradigma berfikir ke masa depan, untuk mewujudkan kader dan warga Aisyiyah menjadi wanita berkemajuan dalam membangun peradaban masyarakat di semua bidang.
“Baik dalam bidang Pendidikan, Kebudayaan, Ekonomi, Sosial, Hukum, Lingkungan dan Kesehatan. Selain itu melalui kegiatan Baitul Arqom dan pelatihan Mubalighat, seluruh warga dan kader Aisyiyah untuk menghilangkan dikotomi pemahaman, dan meningkatkan konsolidasi internal untuk mengembalikan kejayaan organisasi Aisyiyah Muhammadiyah,” paparnya.

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Muhammadiyah Melawi,Ir. Nahru mengatakan, Muhammadiyah dan Aisyiyah itu hanya sebuah organisasi, bukan agama. Sehingga sudah menjadi kewajiban bagi pengurus dan kader Muhammadiyah Aisyiyah untuk mengajak umat Islam melaksanakan ibadah sesuai perintah agama. “Beribadah sesuai tuntunan Nabi besar Muhammad SAW yang ada di dalam Al-Qur’an dan hadist,” pungkasnya. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.