Peladang Diproses Hukum, DAD Sintang Kecewa

SINTANG, KN – Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sintang Jeffray Edward mengaku kecewa dan menyayangkan proses hukum aparat terhadap peladang. Di Kabupaten Sintang, saat ini ada 6 peladang yang diproses karena didakwa melakukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Bagi saya, ini suatu yang mengkhawatirkan. Mengingat, bertani atau berladang kerap dilakukan masyarakat dayak secara turun temurun sejak zaman dahulu,” kata Jeffray.

Kekecewaan Jeffray bukannya tanpa alasan. Menurutnya, saat ini Perda tentang pengakuan terhadap masyarakat adat sudah disahkah.

“Tapi, ketika di lapangan malah tidak berfungsi dan tidak dilaskanakan. Peladang tetap saja diproses. Padahal mereka bukan mencari kaya, tapi mencari sesuai nasi untuk hidup” sesalnya.

Pemerintah, kata politisi PDIP ini, harusnya memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap kearifan lokal. Salah satunya adalah aktivitas berladang. “Kita tidak mau, nanti kesannya peladang dihukum seperti penjahat. Karena peladang bukan penjahat. Tapi mereka berladang untuk kebutuhan makan dan nasi mereka sehari-hari,” katannya.

Ia mengaku, adanya 6 peladang yang diproses hukum membuat masyarakat mengadu pada DAD. Pihaknya sudah melakukan berbagai upaya agar mereka tidak diproses hukum. Tapi kenyataannya tetap saja diproses.

“Makanya kami dari DAD kabupaten berkoordinasi dengan DAD provinsi. Sehingga kita melakukan pendampingan hukum kepada para masyarakat atau peladang yang ditahan,” ucapnya.

“Kalau seperti ini, apa yang mau dimakan masyarakat? Kalau masyarakat berladang yang tidak lebih dari 2 hektar saja ditangkap. Sementara pemerintah daerah belum mampu memberikan solusi teknologi pertanian yang lain,” katanya.

Terkait peladang yang diproses hukum, Jeffray menegaskan kalau DAD Sintang akan mengawal. Ia juga meminta dukungan masyarakat. Terutama masyakarat dayak, yang memang dari turun temurun berladang. “Padahal, korporasi yang melakukan usaha, tapi malah peladang yang kena tumbalnya,” ucapnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.