Pelajar Temanggung Sarasehan Kerukunan Antarumat Beragama

Para siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pelajar Temanggung (FKPT) mengikuti sarasehan kerukunan dan toleransi antarumat beragama di SMA Negeri 1 Temanggung, Minggu <p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;">Para</span><span style="font-size: 7.5pt; font-family: Verdana;"> siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pelajar Temanggung (FKPT) mengikuti sarasehan kerukunan dan toleransi antarumat beragama di SMA Negeri 1 Temanggung, Minggu. <br /> <br /> Sarasehan bertema "Kerukunan dan Tolerasnsi antarumat Beragama di Kalangan Generasi Muda demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa" tersebut diselenggarakan FKPT bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Lembaga Studi Pembangunan Daerah, Kantor Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Temanggung, dan OSIS SMAN 1 Temanggung. <br /> <br /> Direktur Lembaga Studi Pembangunan Daerah, Muryati Budiono, mengatakan, kerusuhan 8 Februari 2011 di Temanggung merupakan salah satu akibat dari lemahnya ideologi kebangsaan di masyarakat. <br /> <br /> Kondisi yang tenang dan damai, katanya, ternyata belum bisa menjamin akan terhindar dari masalah perpecahan. <br /> <br /> "Sosialisasi sikap toleransi dan kerukunan di kalangan pelajar mutlak dilakukan untuk menghindari kejadian serupa terulang kembali, apalagi sebagian pelaku adalah masih remaja," katanya. <br /> <br /> Ia mengharapkan, melalui kegiatan itu, pelajar dapat menentukan sikap dalam menghadapi keragaman baik budaya, ras, suku maupun agama di masyarakat. (Eka/Ant) <br /> <br /> Pemahaman yang baik atas keragaman itu, katanya, pada masa mendatang menjadi bekal ketika mereka menjadi pemimpin. <br /> <br /> Pembina FKPT yang juga Wakil Kepala SMAN 1 Temanggung Bidang Kesiswaan, Dodi Sugiharto, mengatakan, generasi muda merupakan tulang punggung bangsa. <br /> <br /> Generasi muda, katanya, berperan menciptakan kondisi lingkungan yang aman dan nyaman dalam keanekaragaman budaya, suku, ras, dan agama demi kesatuan dan persatuan Republik Indonesia. <br /> <br /> Ia mengatakan, pemuda harus memiliki semangat toleransi yang tinggi, jiwa kebersamaan, rasa bersatu, dan berpikir maju. <br /> <br /> Ia menjelaskan, dengan toleransi yang tinggi, mereka bisa memahami perbedaan sebagai keindahan. <br /> <br /> Jiwa kebersamaan, katanya, akan menumbuhkan solidaritas, saling mengisi kekurangan di antara sesama, dan merasa senasib sepenanggungan. <br /> <br /> Ia mengatakan, nilai persatuan menjadi tulang punggung kehebatan suatu bangsa. <br /> <br /> Ibaratnya, katanya, satu batang kayu akan mudah patah, namun ratusan batang lidi sangat sulit dipatahkan. <br /> <br /> Selain itu, katanya, pemuda harus berwawasan maju yakni berpikiran positif, berkarya menciptakan inovasi, dan berkeinginan untuk kemajuan bangsa dan negara. <br /> <br /> Kepala Seksi Hubungan Antarlembaga Kantor Kesbangpolinmas Pemkab Temanggung, Sri Widada, mengatakan, penyebab konflik sosial, ideologi atau keagamaan di masyarakat selama ini antara lain karena lemahnya semangat kebangsaan dan nasionalisme. <br /> <br /> Semangat itu, katanya, saat ini bergeser ke arah primordialisme kedaerahan atau kelompok. <br /> <br /> Konflik, katanya, juga disebabkan kurang kedewasaan dalam hidup berdemokrasi, degradasi moral bangsa, toleransi yang semu, pemahaman yang keliru atas reformasi dan demokrasi, dan minimnya komunikasi serta interaksi antarumat beragama dan pemerintah. <br /> <br /> "Setelah meledak kasus berbau SARA, semua baru sadar pentingnya membangun silaturahim," katanya. (Eka/Ant)<br /></span></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.