Pembangunan 3 Jembatan di Melawi Ditunda

MELAWI – Pembangunan jembatan itu seharusnya menjadi skala prioritas dan sangat mendesak dari Pemkab Melawi, karena akan memberikan dampak ekonomi di daerah tersebut. Alhasil, rencana pembangunannya pun ditunda. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen. Ia menyesalkan penundaan pembangunan tiga jembatan rangka baja yakni, Jembatan Melawi II, Jembatan Sungai Pinoh II dan Jembatan di Nanga Keberak.

“Sangat kecewa setelah Bupati Melawi menunda proyek pembangunan jembatan tersebut antara lain dengan alasan ketidak mampuan keuangan daerah, padahal sudah disepakati bersama dan juga sudah di sahkan anggarannya sekitar Rp 50 miliar untuk tiga jembatan di APBD Melawi 2018 ini,” kata Kluisen, dutemui di gedung DPRD Melawi beberapa hari lalu.

Kluisen menilai, kebijakan Pemkab Melawi ini tak tepat. Sebab pembangunan infrastruktur ini harapan masyarakat dan sudah lama ditunggu. Ia menjelaskan, proyek pembangunan tiga jembatan ini sangat membantu pembangunan Kabupaten Melawi.

“Inilah dasar DPRD mengakomodir kepentingan rakyat untuk disepakati masuk dalam APBD. Kalau proyek ini berjalan seperti harapan, semua akan merasa dampaknya. Masyarakat perlu menikmati realisasi kemerdekaan, dibuktikan salah satunya dengan pembangunan infrastruktur jembatan ini,” ujarnya.

Pembangunannya ditunda, kata Kluisen, maka yang dirugikan adalah masyarakat Melawi, karena proyek tersebut kembali menjadi beban APBD kedepan, yang akan menghambat realisasi pembangunan yang lainnya.

Terkait dukungan Perda pelaksanaan tahun jamak, Kluisen menyebutkan, soal permintaan persetujuan DPRD Melawi tentang Perda pelaksanaan tahun jamak pembangunan tiga jembatan tersebut nantinya merupakan keputusan lembaga.

“Karena ini menyangkut keputusan lembaga, harus ditanyakan kepada semua anggota dewan. Nantilah kita lihat apa yang menjadi keputusan DPRD Melawi setuju atau tidak. Pasalnya, berkaitan dengan masa kerja anggota dewan berakhir tahun 2019,” tutup politisi PDIP itu.

Sebelumnya, Bupati Melawi, Panji, mengatakan karena pemerintah daerah tidak memiliki anggaran yang cukup tahun 2018 ini, maka pembangunan tiga jembatan ini digeser tahun 2019 dan tahun 2020, namun apabila DPRD Melawi menyetujui Perda pelaksanaan tahun jamak (Multy Years).

“Saya sudah meminta DPRD Melawi memberikan dukungan Perda pelaksanaan tahun jamak, karena ketidak mampuan keuangan daerah untuk merealisasikan pembangunan jembatan ini dalam satu tahun anggaran, namun harus dua tahun anggaran,” pungkasnya. (Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.