Pembangunan Kipi Maloy Butuh Rp3,43 Triliun

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional Maloy di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, diestimasikan menelan dana total Rp3,43 triliun, dengan lama pembangunan enam tahun. <p style="text-align: justify;"><br />"Biaya sebesar itu antara lain untuk pengadaan, pengukuran dan pematangan lahan, pembangunan infrastruktur, ‘service facilities’, dan ‘support facilities’," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi di Samarinda, Kamis.<br /><br />Ia mengatakan pada 2010 pekerjaan "feasibility study", "master plan" dan "bussines plan", seluruhnya telah diselesaikan, sehingga tahapan selanjutnya akan terus dikerjakan oleh berbagai pihak yang sudah diberi tugas dan kewenangan masing-masing.<br /><br />Sedangkan pada 2011, Pemprov Kaltim segera menyelesaikan studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS), sementara Pemkab Kutim segera melakukan pembebasan lahan (land acquisition).<br /><br />KIPI Maloy adalah wujud dari upaya serius Pemprov Kaltim untuk mengubah struktur perekonomian daerah, yakni dari ketergantungan terhadap sektor ekonomi berbasis migas dan pertambangan (unrenewable), menuju industri berbasis pertanian, oleochemical (renewable).<br /><br />Sesuai visi pengembangan kawasan industri, kawasan ini digadang-gadang menjadi yang terbaik dalam pelayanan jasa kawasan industri hilir kelapa sawit dan pelabuhan internasional di kawasan Indonesia Timur pada 2030.<br /><br />Pelabuhan Internasional Maloy berada di lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yakni kawasan yang merupakan lintasan laut perdagangan internasional dan kawasan pusat ekonomi dunia masa depan (Pasific RIM), KIPI Maloy dinilai sangat strategis.<br /><br />Dari sisi darat, KIPI Maloy berada di jalur poros lintas Trans Kalimantan yang menghubungkan seluruh provinsi di Kalimantan dengan negara tetangga Malaysia dan Brunei Darussalam.<br /><br />KIPI Maloy juga akan ditunjang dengan rencana pembangunan jalan bebas hambatan Sangatta – Bontang – Balikpapan – Tanah Grogot – Batu Licin – Pegatan – Palaihari – Pontianak – Sei Puyuh – Singkawang, seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).<br /><br />Data produksi perkebunan kelapa sawit 2009 di Kaltim mencapai 2,57 juta ton. Pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan jumlah produksi sawit terus meningkat.<br /><br />Peningkatan tersebut diharapkan dapat mendukung kawasan industri Maloy yang fokus utamanya adalah sebagai industri pengolahan kelapa sawit, selain industri pertanian lainnya seperti karet dan kakao.<br /><br />Rencana areal pembangunan KIPI Maloy seluas 5.035 hektare yang terbagi menjadi dua lokasi, yaitu 1.000 hektare di Teluk Golok untuk pabrik CPO dan 4.035 hektare di Maloy untuk pengembangan kawasan industri dan peti kemas. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.