Pembangunan Masjid Agung Kalbar Dimulai

Pembangunan Masjid Agung Kalimantan Barat tahap dua dilakukan diawali dengan peletakan batu pertama pembangunan oleh sesepuh masjid itu, Jumat sore. <p style="text-align: justify;">"Saya rasanya tidak percaya bisa berada disini dan ditunjuk sebagai panitia dalam pembangunan Masjid Agung Kalbar atau yang dahulunya disebut Masjid Raya Mujahidin Pontianak," kata Ketua Umum Panitia Pembangunan Masjid Agung Kalbar Oesman Sapta Odang.<br /><br />Oesman menjelaskan, awal munculnya ide untuk membangun Masjid Agung Kalbar, pada saat dirinya didatangi oleh Wali Kota Pontianak Sutarmidji yang mengatakan umat Muslim di Kalbar cukup besar tetapi masjid yang cukup dibanggakan saat menyambut tamu-tamu seperti presiden belum ada.<br /><br />"Mendengar ucapan itu, sayapun berpikir kenapa kita umat Muslim tidak membangun masjid yang besar atau Masjid Agung yang nantinya bisa menjadi kebanggaan kita bersama," katanya.<br /><br />Menurut Usman, menindaklanjuti pembicaraan itu, dia langsung mendatangi Gubernur Kalbar Cornelis terkait rencana pembangunan Masjid Agung di provinsi itu dan mendapat sambutan positif dari beliau (Gubernur Kalbar).<br /><br />"Sambutan positif itu berupa kesanggupan menyumbang sebesar Rp20 miliar dari anggaran APBD Pemerintah Provinsi Kalbar yang kini mulai dicairkan dengan diserahkan oleh Gubernur Kalbar langsung sebesar Rp10 miliar," kata Oesman.<br /><br />Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Kalbar menyatakan, hingga saat ini dana yang terkumpul sebesar Rp45 miliar, yang terdiri sumbangan dari Pemprov Kalbar Rp20 miliar, Pemkot Pontianak Rp15 miliar.<br /><br />"Dan dari saya sendiri Rp20 miliar serta sumbangan dari masyarakat dan pengusaha serta para donatur," ujarnya.<br /><br />Panitia menargetkan pembangunan Agung Kalbar selesai 15 hingga 18 bulan ke depan, sehingga biar bagaimanapun tetap membutuhkan peran serta dan dukungan dana dari masyarakat.<br /><br />Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Pembangunan Masjid Agung Kalbar Sutarmidji menyatakan, hingga kini pembangunan masjid itu diperkirakan masih membutuhkan anggaran sebesar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar lebih dari total anggaran Rp84 miliar.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Sutarmidji mengingatkan agar masyarakat tidak meributkan masalah nama masjid dengan status masjid raya atau agung. "Kami menyebutnya Masjid Agung hanya untuk mengagungkan saja masjid tersebut," ujarnya.<br /><br />Bangunan baru Masjid Raya Mujahidin direncanakan dua lantai dengan target selesai 1,5 – 2 tahun. Tinggi lantai pertama dibangun 1,5 meter dari tanah dan direncanakan menonjolkan arsitektur khas Kalbar dan ikon Kota Pontianak.<br /><br />Masjid Agung Kalbar itu diperkirakan bisa menampung 5.000 hingga 8.000 jamaah.<br /><br />Ustad Nur Maulana dalam memberikan tausiah mengajak masyarakat Kalbar untuk menyisipkan berapapun rezekinya untuk pembangunan Masjid Agung Kalbar agar bisa selesai tepat waktu.<br /><br />"Rumah sendiri saja kalau dibangun dengan sana sendiri selesai, apalagi Masjid yang dibangun secara bersama-sama," ujarnya.<br /><br />Menurut Ustad Maulana ada tiga orang yang dicari oleh Masjid sendiri ketika berada di Akhirat nantinya, yang pertama orang yang membangun masjid, kedua panitia masjid dan terakhir orang yang datang ke masjid.<br /><br />"Untuk itu mari kita bangun Masjid Agung Kalbar ini secara bersama-sama," ujar Maulana. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.