Pemerintah Asia Diimbau Perhatikan Migrasi Akibat Iklim

oleh
oleh

Bank Pembangunan Asia mengimbau pemerintah di kawasan Asia dan Pasifik untuk memperhatikan lonjakan migrasi akibat perubahan iklim yang kemungkinan terjadi pada tahun-tahun mendatang. <p style="text-align: justify;">Berdasarkan rangkuman laporan ADB dari proyek bertajuk "Policy Options to Support Climate-induced Migration" di Jakarta, Kamis (09/02/2011), angin topan, banjir, dan kekeringan berpotensi memaksa lebih banyak orang untuk bermigrasi. <br /><br />Laporan ADB tersebut merupakan bagian dari proyek inisiatif internasional pertama yang bertujuan menghasilkan kebijakan dan rekomendasi pembiayaan terkait dengan migrasi akibat perubahan iklim di kawasan Asia dan Pasifik. <br /><br />Menurut ADB, pada 2010, beragam bencana akibat cuaca ekstrem di sejumlah negara di Asia mengakibatkan pemindahan jutaan penduduk baik secara sementara maupun jangka waktu yang lebih lama. <br /><br />Proses itu diperkirakan meningkat pada beberapa dekade mendatang karena proses perubahan iklim akan mengarah kepada cuaca yang lebih ekstrem. <br /><br />Laporan itu juga menyebutkan, masih belum ada mekanisme kerja sama internasional untuk mempersiapkan arus migrasi ini, dan skema perlindungan serta pertolongan masih belum memadai, terkoordinasi dengan buruk, dan tersebar. <br /><br />Untuk itu, pihak pemerintah nasional dan komunitas internasional harus memperhatikan hal ini secara lebih proaktif. <br /><br />ADB berencana mengeluarkan laporan tersebut pada awal Maret 2011 sebagai bagian yang lebih luas untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggiatkan kesiapan regional untuk migrasi yang diakibatkan pola perubahan cuaca. <br /><br />Laporan tersebut juga menyorot sejumlah kawasan "hotspot" yang memiliki risiko khusus dalam menghadapi perubahan iklim, termasuk sejumlah kota besar yang terletak di daerah pantai di Asia. <br /><br />"Migrasi akibat iklim akan lebih berdampak kepada masyarakat miskin dan rentan dibanding yang lainnya," kata Direktur Divisi Pengembangan Sosial, Gender, dan Pengurangan Kemiskinan ADB Bart W Edes. <br /><br />Menurut dia, di banyak tempat, mereka yang rentan dalam menghadapi cuaca ekstrem dan degradasi lingkungan akan terpaksa berpindah ke tempat yang masa depannya tidak menentu, sedangkan mereka yang bertahan akan berjuang mempertahankan mata pencaharian mereka pada kondisi lingkungan yang memiliki risiko tinggi terhadap beragam bencana alam. <br /><br />Namun dari sisi positif, bila dipersiapkan dan dikelola dengan baik, migrasi akibat perubahan iklim dinilai dapat memfasilitasi dan menciptakan kesempatan baru bagi penduduk untuk ditempatkan serta beradaptasi di lingkungan yang tidak rentan terhadap iklim. <strong>(phs/Ant)</strong></p>