Pemerintah Bangun 1.700 Km Jalan Trans Kalimantan-Perbatasan

Pemerintah pusat sejak 2011 telah memulai pembangunan jalan trans Kalimantan poros utara sepanjang 1.700 kilometer, dengan dana Rp7 triliun untuk masa anggaran lima tahun. <p style="text-align: justify;">Kepala Balai Besar Jalan Wilayah Kalimantan Adriananda di Banjarmasin usai pemancangan tiang pertama pembangunan jembatan Sungai Pangeran Kayu Tangi, Banjarmasin Kalimantan Selatan Jumat, mengatakan, pada tahap awal pemerintah telah mengalokasikan dana pada APBN sebesar Rp800 miliar.<br /><br />"Saat ini kita konsentrasi untuk membangun jalam poros Utara yang merupakan perbatasan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dengan Malaysia dan negara tetangga lainnya," katanya.<br /><br />Sebelumnya, kata dia, konsentrasi pembangunan trans Kalimantan pada poros tengah dan poros Selatan, dan kini sebagian besar pembangunan jalan tersebut telah dituntaskan, tinggal beberapa ruas jalan yang masih terkendala hutan lindung.<br /><br />Dengan demikian, kata dia, kini pemerintah mengalihkan konsentrasi pembangunan pada poros Utara, sehingga bila seluruh jalan telah terbangun, konektisitas transportasi di seluruh Trans Kalimantan bisa tersambung.<br /><br />Sayangnya, kata dia, untuk pembangunan jalan terutama poros utara, menemui banyak kendala, antara lain sekitar 600 kilimeter jalan poros tersebut masuk dalam kawasan hutang lindung yang merupakan paru-parunya Kalimantan atau biasa disebut "heart of borneo".<br /><br />Khusus ruas wilayah tersebut, tambah Adriananda, hingga kini belum mendapatkan izin pembangunan dari menteri Kehutanan, sehingga pembangunan ke tiga poros sejak 2010 hingga kini belum bisa dituntaskan.<br /><br />Padahal, kata dia, jalan tersebut merupakan jalan yang cukup penting, karena menghubungkan Kalimantan dengan perbatasan Malaysia.<br /><br />Trans-Kalimantan poros utara dirancang sepanjang kurang lebih 1.700 kilometer melewati perbatasan dengan negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darusalam.<br /><br />Dengan terbangunnya jalan tersebut, diharapkan akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah kalimantan, terutama untuk mendukung pelaksanaan MP3EI.<br /><br />Belum terbangunnya trans Kalimantan poros Utara dan belum diselesaikannya trans Kalimantan Poros Tengah, menyebabkan belum tersambungnya jalur darat antara Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dengan Kalimantan Barat.<br /><br />Warga tiga Kalimantan tersebut, untuk menuju ke Kalimantan Barat, harus terbang dan transit dulu ke Jakarta, baru kemudian ke Kalimantan Barat.<br /><br />Melalui mega proyek jalan trans Kalimantan tersebut, diharapkan dalam waktu tidak lama, seluruh Kalimantan bahkan hingga negara tetangga bisa tersambung dengan jalan darat. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.