Pemkab Harus Buka Peluang Swasta Bantu Penyeberangan

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah disarankan menggandeng pihak swasta dalam menyediakan feri penyeberangan di sekitar Jembatan Bajarum yang saat ini sering terhambat. <p style="text-align: justify;">"Buka saja kesempatan swasta menyediakan feri penyeberangan, nanti biar masyarakat memilih mau naik feri milik swasta atau yang disiapkan pemerintah," kata anggota DPRD Provinsi Kalteng H Syafrudin H Husin di Sampit, Senin.<br /><br />Kalau melihat kondisi antrean panjang seperti sekarang, saya rasa walau harus bayar pun, masyarakat tidak keberatan asal bisa cepat menyeberang, ujarnya.<br /><br />Syafrudin atau yang akrab disapa H Syarif ini memang turun langsung ke lokasi pasca insiden tongkah bermuatan bijih besi menabrak Jembatan Bajarum pada 21 Desember lalu sehingga jembatan yang terletak di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan di Kecamatan Kotabesi itu ditutup untuk kendaraan roda empat.<br /><br />Dia mengaku merasa prihatin dengan panjangnya antrean mobil yang hendak menyeberang setiap hari. Selama ini pemerintah daerah baru menyiapkan satu feri penyeberangan sehingga antrean panjang mobil tak terhindarkan.<br /><br />Masyarakat mengeluh karena harus menunggu berjam-jam, bahkan ada yang harus menginap lantaran feri tidak dioperasikan pada malam hari sehingga pemilik kendaraan yang terjebak antrean saat itu sebagian terpaksa menginap.<br /><br />“Tidak akan maksimal kalau feri penyeberangannya cuma satu. Tidak mungkin ABK (anak buah kapal) feri itu bisa bekerja 24 jam karena mereka juga butuh istirahat. Kalau ada feri tambahan, kan bisa gantian sehingga penyeberangan bisa beroperasi 24 jam,” sambungnya.<br /><br />Syafrudin meminta pemerintah daerah bergerak cepat mengatasi kendala di lapangan agar tidak terus dikeluhkan oleh masyarakat. Kendala lalu lintas barang dan jasa juga tidak bisa dikesampingkan karena bisa memengaruhi stabilitas serta laju perekonomian Kotim.<br /><br />Terkait angkutan barang, menurutnya perlu juga dipertimbangkan untuk penyediaaan feri untuk angkutan barang sesuai kebutuhan di lapangan agar distribusi barang di daerah ini tidak sampai terganggu.<br /><br />Bupati Kotim, H Supian Hadi saat kembali turun ke lokasi Jembatan Bajarum pada Sabtu sore, sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat kedatangan satu feri tambahan yang diharapkan bisa mengurangi antrean mobil.<br /><br />"Mudah-mudahan tidak ada masalah, hari Minggu feri tambahan sudah sampai di sini. Kami berusaha maksimal untuk mengatasi masalah ini. Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini," kata Supian Hadi. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.