Pemkab Melawi Terus Galakan Program KB

MELAWI – Pemerintah terus mengalakan program Keluarga Berencana (KB) Nasional yang mana dalam bebepara tahun ini semakin gencar dengan tujuan agar masyarakat Indonesia menjadi sehat. serta dengan slogan dua anak cukup. Untuk menyukseskan program KB Kedepan, BKKBN juga melakukan akselarasi program kependudukan dan KB.

Langkah-langkah akselarasi yang dilakukan BKKBN utamanya untuk mencapai target RPJMN dan Millennium Development Goals (MDGs) antara lain, peningkatan kegiatan advoksi dan Komunukasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat yang menjadi sasaran khusus program Kependudukan dan KB.

“Adapun kelompok yang saat ini menjadi sasaran penggarapan adalah pasangan usia muda dan memiliki dua anak, pasangan usia subur miskin dan masyarakat di wilayah sulit terjangkau dengan memenuhi kebutuhan pelayanan KB,” ungkap seorang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Ella Hilir, Gani yang didampingi PLKB Nanga Pinoh, Hendri, Selasa (11/12).

Lebih lanjut Gani mengatakan, untuk mencapai tujuan yang di harapan, BKKBN Provinsi Kalbar terus meningkatkan peran serta para PLKB yang merupakan ujung tombak di dalam melaksanakan dan memajukan program KB. Hal itu agar masyarakat paham dan sadar begitu pentingnya program KB yang meruypakan salah satu hal yang menjadi program yang di priotitaskan baik di pusat sampai di daerah.

Pada kesempatan itu, PLKB yang ada di lima Wilayah di Kabupaten Melawi, yakni Gani selaku PLKB Ella Hilir, Hendri Putra selaku PLKB Pinoh Selatan, Andrea Endang Minarni selaku PLKB Belimbing, Mardiana selaku PLKB Pinoh Utara dan Hartati selaku PKB Sayan terus berupaya dan menyampaikan pesan tentang program KB di Kabupaten Melawi terutama di dalam wilayahnya masing-masing.

“Salah satu program andalan kita adalah program Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP),” ujarnya.

Menurut Gani dan Hendri, program MKJP ini seperti MOP, MOW, Implan dan IUD yang menjadi perhatian. Karena MKJP ini lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kontrasepsi lainnya, yang mengandung hormonal dan memiliki efek samping lainnya.

Sementara itu, Andrea Endang Minarni menambahkan, program lain yang tidak kalah pentingnya adalah Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Kabupaten Melawi salah satu kabupaten di bagian timur Kalbar cukup tinggi kawin muda yang dapat berdampak kurang baik bagi generasi muda yang sehat dan sejahtera.

“Saya berpesan untuk perempuan minimal usia pernikahan adalah 21 tahun, sedangkan laki-laki 25 tahun. Mengapa kawin muda itu di larang, dikarenakan bahwa rahim wanita belum siap, secara mental baik pria dan wanita juga belum matang, serta faktor ekonomi juga belum siap, karena belum ada pekerjaan yang tetap,” ucapnya.

Mardiana juga menambahkan, selain MKJP dan PUP, kenakalan remaja juga terus menjadi perhatian, sehingga diminta kepada orang tua harus selalu mengontrol pergaulan anak-anaknya di luar.

“Mari kita jaga anak-anak kita supaya terhindari dari seks bebas, Narkoba dan HIV/AIDS di Kabupaten Melawi,” ajaknya semabri tersenyum. ( Ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.