Pemkab Sintang Ajak Semua Elemen Berantas dan Cegah Kaki Gajah

Meskipun kasus filariasis di Kabupaten Sintang belum banyak, tetapi kita harus melakukan segera langkah pencegahan. Sosialisasi mengenai kaki gajah sangat penting, jangan sampai orang kena kaki gajah disangka terkena ilmu hitam dan diobati dengan cara tradisional. <p style="text-align: justify;">Demikian disampaikan Wakil Bupati Sintang Askiman pada acara Advokasi dan Sosialisasi Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis di Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang pada Selasa, 24 Mei 2016. <br /><br />Mengingat adanya Tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Propinsi Kalbar yang hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sintang juga meminta kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Propinsi Kalimantan Barat untuk membantu pembangunan puskesmas plus di kecamatan kawasan perbatasan dan terisolir. Serta kelanjutan pembangunan rumah sakit rujukan yang hingga kini belum tuntas.<br /><br />“Kami sangat sependapat bahwa kesehatan menjadi yang utama, kita harus sehat dulu baru memikirkan yang lain” terang Askiman.<br /><br />Kadis Kesehatan Propinsi Kalbar Andi Jap menyampaikan bahwa poin kelima program nawacita adalah meningkatkan sumber daya manusia sehingga peran dinas kesehatan menjadi sangat penting untuk mewujudkan program nawacita tersebut.<br /><br />Filariasis memang sebuah penyakit yang tidak mematikan, tetapi bisa menular dan memberikan dampak psikologis dan sosial yang buruk bagi penderita. 2020 nanti kita harus bebas dari penyakit kaki gajah. Filariasis disebabkan cacing yang dibawa dan ditulari oleh semua jenis nyamuk. Memberantas Filariasis harus juga memberantas nyamuk yang berkaitan langsung dengan persoalan lingkungan. Eliminasi Filariasis ini menjadi kebijakan nasional yang harus kita laksanakan. <br /><br />Semua masyarakat Kabupaten Sintang yang menjadi sasaran kita adalah yang usia 2-70 tahun harus dan wajib minum obat filaria. Obatnya gratis dan sekali minum dalam setahun. Dan akan dilakukan selama 5 tahun berturut-turut. Jika itu dilakukan, maka sintang akan bebas filaria pada tahun 2020 nanti. utuk itu, mari kita beritahu seluruh masyarakat mengenai bahaya filaria dan cara memberantasnya. Kita harus pakai teori "pokoknya" harus minum obat. Yang belum harus di "sweeping" oleh petugas kesehatan, tegas Andi Jap.<br /><br />Ketua Pantia kegiatan Sandur Aprisca menyampaikan bahwa Kabupaten Sintang merupakan salah satu kabupaten yang endemis penyakit kaki gajah. <br /><br />“untuk itu kita akan lakukan pemberitan obat yang akan dilaksanakan setiap tahun selama 5 tahun berturut-turut. Propinsi Kalimantan Barat juga salah satu propinsi endemis kaki gajah dengan jumlah penderita sebanyak 267 orang yang ada di 9 kabupaten kota dan Sintang salah satunya. Kegiatan ini harus mampu menyatukan semua pihak yang terkait untuk bersama-sama mencegah dan memberantas penyakit kaki gajah" terang Sandur Aprisca. (Hms/KN)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.