Pemkab Sintang Gelar Rakor Terkait Harga dan Stok Sembako Jelang Natal

SINTANG – Menjelang Perayaan Natal 25 Desember 2018 dan Tahun Baru 2019, beberapa Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang bertugas mengawasi dan memonitor pergerakan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar di Kabupaten Sintang berkumpul di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Jumat 14 Desember 2018. Rapat Dipimpin oleh Asisten Administrasi umum Setda Sintang Marchues Afen.

“umat kristiani saat sudah mulai melakukan persiapan menyambut hari raya Natal. Maka Pemkab Sintang sudah selayaknya menghimpun data dan informasi harga serta stok sembako. Kalau ada masalah seperti kenaikan yang tidak wajar atau stok sembako yang kurang maka kita harus mengambil langkah pengendalian” terang Marchues Afen membuka rapat.

Nani Nurlela dari Disperindagkop dan UKM menyampaikan pihaknya pada awal Desember 2018 sudah cek ke lapangan dan mendapatkan data bahwa semua kebutuhan pokok mempunyai stok cukup.

“soal harga gas 3 KG, kami sudah cek ke agen dan pangkalan, harganya stabil. Artinya yang menaikan harga ada pada pengecer. kami juga sudah melakukan operasi pasar berupa gula pasir, terigu, minyak goring, telur, susu kental manis, cincau, soya, serta sirup. Harga operasi pasar dibawah harga di pasar. Kami sudah melaksanakan operasi pasar di enam titik. Yang belum ada 4 titik yakni 15 Desember 2018 di Anggah Jaya, 16 Desember di Paroki Pandan, 17 Desember di Teluk Kelansam, 20 Desember di Dinas Ketahanan Pangan” terang Nani Nurlela.

Mulkan Syarif dari Bulog Sintang menjelaskan bahwa stok yang ada di Perum Bulog Divisi Regional Sintang sangat cukup. “saat ini untuk beras medium stok 400.000 ton dan akan segera ditambah sebanyak 1.200 ton, beras komersial stok yang ada 71.000 ton, tepung terigu stok yang ada 720 ton dan segera tiba lagi 3.000 ton lagi, minyak goring ada stok 4. 209 ton, gula ada stok 10.000 ton, daging beku ada stok 2.018 ton” terang Mulkan Syarif.

Veronika Ancili Kadis Pertanian dan Perkebunan menyampaikan kecamatan Kelam Permai, Binjai Hulu, Tempunak merupakan kecamatan yang surplus beras. “kebutuhan daging kita mengalami defisit seperti daging sapi harus ambil dari Kalteng, daging babi dan daging kambing ambil dari Singkawang, ayam potong ambil dari Pontianak dan Singkawang, ayam kampong cukup, telur ambil dari Pontianak dan singkawang. Cabe aman karena banyak pasokan dari Pakak, Kelam Permai, Sintang, Temawang Muntai dan Baning Panjang” terang Veronika Ancili.

Iskandar Camat Ambalau menyampaikan bahwa untuk sembako di Ambalau relatif aman. “yang bermasalah adalah gas 3 kg yang langka dan harganya mahal mencapai 50-60 ribu per tabung. Pernah masyarakat mau demo ke kantor camat. Saya bilang mereka kalau camat tidak ada kewenangan dalam pengaturan harga dan distribusi LPG” terang Iskandar.

Cinghan Camat Sepauk menyampaikan mengenai sembako aman dalam hal stok karena langsung dipasok dari Pontianak dan Singkawang. “masalah sekarang ini ada banjir di beberapa titik menuju ibukota kecamatan. Solar yang susah di Sepauk. Di SPBU banyak antrian solar” terang Cinghan.

Marwan Aidy dari Kecamatan Sungai Tebelian menjelaskan stok sembako aman, antrian panjang di SPBU, LPG juga langka dan mahal mencapai 30 ribu padahal HET nya hanya 16. 500.

“gas di kelam mencapai 40-50 ribu per tabung. BBM solar langka padahal dibutuhkan desa yang belum dialiri listrik Negara karena untuk hidupan genset” terang Marye dari Kecamatan Kelam Permai.
Titus Kabid Promosi, Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal Dinas PMPTSP menyampaikan bahwa sesuai aturan Pemda tidak boleh mengeluarkan ijin untuk pengecer gas LPG.

“kami hanya mengeluarkan ijin mulai untuk agen dan pangkalan gas LPG saja. Pengecer gas LPG tidak ada ijin. Jadi distribus gas LPG dari SPBE ke Agen, agen ke pangkalan saja” terang Titus.

Marchues Afen menyampaikan bahwa secara umum harga sembako dipasar hingga saat ini masih stabil dan stok juga cukup. “hanya gas dan BBM yang mengalami masalah. Saya minta kalau bisa agar pangkalan diperbanyak lagilah. Soal defisit kebutuhan daging sebenarnya peluang usaha bagi masyarakat Sintang yang mau beternak sapi, kambing, babi dan ayam. Bayangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sintang, kita harus ambil ke daerah lain” terang Marchues Afen.

“saya minta semua OPD yang tergabung dalam TPID untuk terus menerus monitor harga dan stok. Kalau ada masalah segera lakukan koordinasi dan rapat untuk mengambil langkah mengatasi persoalan tersebut” pinta Marchues Afen.(SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.