Pemkab Sintang Peringatan Hari Bumi Sedunia

SINTANG – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno,M.Med.PH menghadiri Perigatan Hari Bumi Sedunia dengan tema Memperingati Hari Bumi Untuk Mewujudkan Perilaku Peduli Perubahan Iklim di Gang Gamajaya Kelurahan Baning Kota Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Minggu pagi (22/4/18).

Kegiatan tersebut turut di hadiri Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang,Dinas Lingkunag Hidup Kabupaten Sintang, Perwakilan Solidaridad Sintang, Manajemen CU Keling Kumang, Camat Sintang, KTNA Kabupaten Sintang, Komunitas Mari Melihat, Forum Anak Kabupaten Sintang, warga Gang Gamajaya dan pihak terkait lainnya.

Jarot mengatakan peringatan hari bumi ini mengingatkan kita tentang pemanasan global atau global warming. “jadi panas matahari itu ke bumi seperti cermin panasnya di pantulkan lagi keatas tetapi kalau atmospir kita ini di penuhi dengan yang kita sebut gas rumah kaca dari co2 karbon dioksida dia mau merancap ni panas ini nda bisa di pantulkan lagi bebalek lagi sama kita lagi itulah yang di sebut dengan global warming atau pemanasan global”kata jarot.

Jarot menjelaskan gas rumah kaca itu berasal dari pembakaran posil-posil seperti batu bara,lahan gambut yang olah untuk menanam sawit, pembakaran hutan dan ladang yang mengelurakan CO2, knalpot-knalpot mobil dan kendaraan lain yang mengeluarkan CO2,NO dan NO2 dan lain sebagainya.

“jadi sintang ini sudah pasti terancam dengan gas rumah kaca pertambahan kendaraan mobil dan motor yang 300 buah lebih tiap bulannya itu tadi pasti nambah emisi gas rumah kaca dan itu kenisjacayaan yang tidak bisa kita hindari”jelas Jarot.

Lanjut Jarot, meskipun Sintang presentasi kawasan hijaunya cukup tinggi seperti daerah tepian sungai khsusunya tebek yang masih hijau, hutan wisata baning yang luasnya 213 hektar namun itu semua belum cukup untuk menyejukkan kota sintang.

“sehingga ruang terbuka hijau, apa lagi ruang terbuka hijau ramah anak itu harus banyak kita ciptakan, kita bikin taman entuyut meskipun belum jadi ya dan taman lain” ujarnya.

Selain itu ungkap Jarot bahwa upaya yang harus di lakukan yakni mewujudkan gang-gang hijau kota sintang ini, yakni seperti menanam pohon, menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah dan lain sebagainya, seperti yang di laksanakan hari ini di gang gamajaya desa baning dilakukan penanaman pohon, pembagian bibit-bibit pohon serta lain-lain juga.

“di setiap gang-gang ini kita harus jadi hijau terutama terkait tentang pemanasan global, karena salah satu dampak utama dari pemanasan global adalah musim yang tidak berketentuan, kadang-kadang musim hujan lalu memanjang orang-orang udah musim kemarau kita lagi musim hujan, begitu juga sebaliknya, itulah kira-kira kaitannya kenapa kita hari ini berkumpul dan berkomitmen bersama”kata Jarot.

Jarot berharap launching gang gamajaya RT 13 desa baning menjadi gang hijau sebagai langkah awal untuk mewujudakan gang hijau, terlebih juga ada pelatihan terkait bank sampah, latihan terkait bercocok tanam dan lainnya.

“saya pikir masyarakat gang gamajaya patut berbangga karena inilah satu-satunya di sintang, kemudian kalau gang ini bisa menjadi contoh dari gang lain yang ada di baning ini bisa kita jadikan desa proklim yakni desa yang pro dengan iklim, dengan lingkungan”harap jarot.(HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.