Pemkot Banjarbaru Lelang Puluhan Unit Kendaraan Dinas

Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, melelang puluhan unit kendaraan dinas baik roda dua maupun roda empat yang kondisinya masih layak pakai. <p style="text-align: justify;">"Jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang dilelang 94 unit," ujar Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Banjarbaru Jainuddin di Banjarbaru, Jumat.<br /><br />Disebutkan, kendaraan yang dilelang kondisinya ada yang rusak berat dan rusak sedang tetapi masih bisa dipergunakan dengan usia diatas lima tahun pemakaian.<br /><br />Ia mengatakan, pendaftaran dibuka sejak tanggal 5-11 November 2015 dengan sistem pelelangan terbuka sehingga bisa diikuti siapa saja yang berminat atas aset pemerintah itu.<br /><br />Dijelaskan, pihaknya meminta bantuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menghitung nilai aset yang dilelang secara terbuka itu.<br /><br />"Peminat bisa mendaftar selama masa pendaftaran dan nilai aset yang dilelang sudah dihitung KPKNL dengan melihat kondisi aset bergerak yang akan dihapuskan itu," ungkapnya.<br /><br />Menurut dia, sebelum mengikuti pelelangan yang direncanakan akan dilaksanakan di Aula Linggangan Intan Gedung DPRD, peminat menyiapkan dana jaminan sebesar 20 persen.<br /><br />"Peminat wajib menyiapkan dana jaminan sebesar 20 persen dari nilai minimal aset yang dilelang sehingga bisa mengikuti proses pelelangan yang dilakukan terbuka," ucapnya.<br /><br />Dikatakan, nilai aset keseluruhan yang dilelang mencapai Rp300 juta dan nilainya dipastikan bertambah karena pelelangan menggunakan sistem penawaran tertinggi.<br /><br />"Sistem lelang dilakukan terbuka dan pemenang adalah penawar yang paling tinggi sehingga dipastikan uang yang diterima lebih besar dibanding nilai aset sebelumnya," kata dia.<br /><br />Ditambahkan, uang yang diperoleh dari hasil lelang seluruhnya masuk kas daerah ditambah 2 persen dari harga lelang menjadi tanggungan pembeli masuk ke kas negara.<br /><br />"Jadi, seluruh uang hasil pelelangan masuk kas daerah dan pembeli wajib menyetor sebesar 2 persen dari harga yang disepakati pada pelelangan," katanya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.