Pemkot Banjarmasin Memperketat Pengawasan Sarang Walet

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pertanian dan Perikanan lebih memperketat pengawasan terhadap keberadaan sarang walet di wilayah itu, sehingga target retrribusi dari usaha tersebut bisa ditarik maksimal. <p style="text-align: justify;">"Target retribusi sarang walet yang merupakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terancam tidak bisa terpenuhi jika keberadaan sarang walet kurang diawasi, padahal lokasi pembudidayaan kian menjamur," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Doyo Pudjadi kepada wartawan di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Untuk mengetahui keberadaan sarang walet tersebut Pemkot Banjarmasin lebih seksama lagi meneliti, kalau perlu petugas akan memasuki kandang sarang walet satu persatu untuk membuktikan lokasi itu berproduksi atau tidak.<br /><br />Masalahnya banyak pengusaha sarang walet selalu berkelit dan menyatakan usahanya tidak berproduksi sehingga enggan membayar retribusi.<br /><br />"Kita perlu masuki sarang walet, guna memastikan laporan wajib pajak, sebab pengakuan pengusaha selama ini kita ragukan kebenarannya," katanya.<br /><br />Doyo menuding, pengusaha sarang walet sama sekali tidak transparan, terkesan seenaknya menyebutkan jumlah produksi maupun harga tanpa ada pembuktian.<br /><br />"Kuitansi penjualan saja tidak pernah diperlihatkan pada kita, jadi sulit mengukur kejujuran para wajib pajak sarang walet itu," kata Doyo.<br /><br />Lain halnya, jika tim dapat memeriksa objek pajak dengan masuk langsung ke dalam bangunan sarang walet, paling tidak melihat sebentar, akan bisa memperkirakan dan dapat gambaran kebenaran yang dilaporkan.<br /><br />Sebagaimana dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Pajak Budidaya Sarang Walet, 10 persen harus masuk PAD perkali panen.<br /><br />Kalau tidak ketat pengawasannya maka akan sulit mencapai target PAD sebesar Rp750 juta pertahun, mengingat hingga saat yang sudah masuk sekitar Rp 150 juta.  <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.