Pemkot Pontianak Renovasi Taman Alun-Alun Kapuas

Pemerintah Kota Pontianak melakukan renovasi secara menyuruluh Taman Alun-alun Kapuas setempat, sehingga akan ditutup selama empat bulan ke depannya, kata Wali Kota Pontianak Sutarmidji. <p style="text-align: justify;">"Renovasi dan penutupan mulai dilakukan tanggal 1 Juni 2015, sehingga tidak boleh ada aktivitas selain kegiatan renovasi Taman Alun-alun Kapuas," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat.<br /><br />Selain itu, menurut Sutarmidji, Pemkot Pontianak juga akan menertibkan para pedagang yang beroperasi di Taman Alun Kapuas.<br /><br />"Para pedagang ini sudah seenaknya sendiri, dan mereka ini sudah tidak bisa lagi dibina dan ditertibkan. Hari ini ditertibkan, besok mereka berjualan lagi di kawasan taman, sehingga merusak fasilitas di Taman Alun-alun Kapuas," ungkapnya.<br /><br />Sutarmidji mengingatkan kepada seluruh pedagang yang berjualan di Taman Alun-alun Kapuas untuk tidak percaya pada forum-forum yang mengatasnamakan perkumpulan pedagang di Taman Alun-alun Kapuas.<br /><br />"Kami tidak pernah menarik uang apapun untuk pedagang yang berjualan di Taman Alun-alun Kapuas. Forum-forum itu pun tidak saya akui keberadaannya," katanya.<br /><br />Dia meminta kalau ada forum-forum yang menarik uang kepada pedagang agar melaporkannya kepada pihak kepolisian, karena termasuk pemerasan.&lt;br /><br />"Saya juga meminta kepada Satpol PP Kota Pontianak untuk tegas terhadap para preman dan pedagang yang melanggar aturan itu, sehingga kedepannya kawasan Taman Alun-alun Kapuas menjadi lebih tertib lagi dari sekarang," ujar Sutarmidji.<br /><br />Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak, belum lengkap kalau tidak berkunjung ke taman alun-alun itu, karena lokasinya yang strategis berada di tengah-tengah kota itu. Apalagi keberadaan taman itu tepat di depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman dan di pinggir Sungai Kapuas.<br /><br />Taman itu telah dilengkapi dengan air mancur menari dan fasilitas lainnya, serta "Water Front City" yang dibangun sejak tahun 1999 lalu, yang diramaikan oleh aneka jajanan, seperti bakso, kacang rebus, sate, jagung bakar dan rebus, serta makanan ringan lainnya yang banyak dijajakan pedagang di sepanjang jalan di kawasan tersebut. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.