Pemohon Jamkesda Askes Pontianak Meningkat 40 Persen

Pemohon program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) pada PT Asuransi Kesehatan Cabang Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat tahun 2011 meningkat sekitar 40 persen. <p style="text-align: justify;">"Rata-rata dari tiga daerah yang kami bawahi, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya meningkat sekitar 40 persen," kata Kepala PT Askes Cabang Pontianak, Burjani di Pontianak, Jumat.<br /><br />Ia menjelaskan, meningkatnya pemohon peserta Jamkesda tersebut diluar perencanaan pemerintah di tiga daerah tersebut.<br /><br />Burjani menambahkan, program Jamkesda merupakan upaya pemerintah kabupaten/kota dalam memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu yang tidak termasuk dalam program Jaminan Kesehatan Masyarakat.<br /><br />Berdasarkan data PT Askes Cabang Pontianak, permohonan Jamkesda atau Jaminan Kesehatan Kota (Jamkesko) Pontianak dari enam ribu menjadi tujuh ribu peserta Jamkesda, Kabupaten Kubu Raya meningkat tajam dari delapan ribu menjadi 12 ribu pemohon.<br /><br />Dalam kesempatan itu, Burjani tidak menampik hingga saat ini kasus komersialisasi Jamkesda oleh oknum rumah sakit masih saja terjadi.<br /><br />Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Kesehatan setempat tahun 2011 menganggarkan sebesar Rp1,8 miliar untuk jaminan kesehatan bagi pelajar yang tidak mampu di kota itu.<br /><br />Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Multi Junto Bhatarendro menyatakan, jaminan kesehatan pelajar tersebut dimasukkan dalam program jaminan kesehatan masyarakat kota (Jamkesko) Pontianak.<br /><br />Program Jamkesko itu diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan bagi pelajar yang akan berdampak pada meningkatnya kualitas pendidikan.<br /><br />Pelajar dan masyarakat umum peserta Jamkesko bisa melakukan pengobatannya pada dokter umum praktik swasta yang telah melakukan kesepahaman dengan Pemerintah Kota Pontianak, kata Multi.<br /><br />Wali Kota Pontianak Sutarmidji dalam beberapa kesempatan menyatakan, dalam program Jamkesko 2011, pihaknya akan mencoba memberlakukan jaminan kesehatan itu bagi semua pelajar, baik yang tergolong tidak mampu maupun mampu.<br /><br />"Anggaran telah disiapkan siapkan Rp1,8 miliar. Awalnya kami siapkan untuk masyarakat tergolong tidak mampu, tetapi dialihkan ke anak sekolah karena mereka rentan terhadap wabah penyakit," kata Sutarmidji.<br /><br />Data Pemkot Pontianak, mencatat, tahun 2010 peserta Jamkesko sekitar 28 ribu orang, terdiri dari 22 ribu orang anak Sekolah Dasar, 6 ribu orang masyarakat umum. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.