Pemprov Kalsel Buru Pajak Alat Berat

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendapatan Daerah terus memburu pajak alat berat yang selama ini banyak tidak memenuhi kewajibannya. <p style="text-align: justify;">Kepala Bidang Pajak dan Retribusi Dispenda Pemrov Kalsel, Riadiansyah di Banjarmasin, Selasa mengatakan, potensi pendapatan asli daerah dari pajak alat berat cukup besar.<br /><br />Sayangnya, kata dia, potensi tersebut belum tergarap maksimal karena petugas sulit mendapatkan informasi keberadaan alat berat karena lokasi yang cukup jauh dan rata-rata berada di dalam hutan atau lokasi tambang.<br /><br />"Namun demikian kami akan terus mencoba untuk memaksimalkan pendapatan pajak dari alat berat tersebut," katanya.<br /><br />Pada 2009 pajak alat berat hanya sekitar Rp9 miliar, namun berkat kegigihan petugas pada 2010 meningkat signifikan menjadi Rp24 miliar, diperkirakan potensi yang belum tergali masih jauh lebih besar.<br /><br />"Kita targetkan pada 2011 pajak alat berat minimal naik 5 persen, bahkan lebih," katanya.<br /><br />Salah satu langkah yang bakal diambil, kata dia, antara lain melakukan kerjasama dengan Lantas Polda Kalsel serta dengan kabupaten dan kota yang daerahnya memiliki potensi tambang batu bara dan pertambangan lainnya.<br /><br />Kerjasama tersebut antara lain dilakukan dengan Kabupaten Balangan, Tabalong, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kotabaru, Tapin dan Kabupaten Banjar.<br /><br />Dari kerjasama tersebut, kata dia, dari tahun ke tahun pendapatan pajak alat berat tersebut terus meningkat.<br /><br />"Dulu kita telah mengajukan surat untuk kerjasama dengan Polda Kalsel, dengan Kepala Dispenda yang baru ini yaitu Gustafa Yandi, kerjasama tersebut akan lebih diintensifkan," katanya.<br /><br />Tentang hilangnya potensi pendapatan dari Bandara Syamsudin Noor sekitar Rp3 miliar hingga kini sedang dilakukan pembicaraan, apakah akan ada kebijakan baru untuk bisa mendapatkan sumber PAD baru.<br /><br />"Tentang pembatalan perda retribusi penumpang Bandara, hingga kini masih dalam pembahasan," katanya.<br /><br />Sebagaimana diketahui, Kalsel merupakan salah satu provinsi penghasil tambang terbesar ke dua setelah Kalimantan Timur.<br /><br />Kondisi tersebut membuat perusahaan tambang di Kalsel berkembang cukup pesat, begitu juga dengan perusahaan penyewaan alat berat berkembang dengan cepat.<br /><br />Sayangnya, banyaknya perusahaan tambang dan penyewaan alat berat tersebut belum banyak memberikan dampak ke sejahteraan bagi masyarakat secara maksimal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.