Pemprov Kalteng Diminta Lebih Berdayakan PKL

Anggota DPRD Kota Palangka Raya Muhamad Faisal meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memberdayakan para pedagang kaki lima di daerah itu. <p style="text-align: justify;">"Saya kira sudah saatnya Pemprov Kalteng memberdayakan PKL secara maksimal dan tidak diskriminatif," kata Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Muhamad Faisal di Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Ia berharap Pemprov Kalteng segera menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penataan dan pemberdayaan PKL, agar bisa bersama-sama menata dan membina seluruh para PKL yang ada di provinsi berjuluk “Bumi Tambun Bungai” itu, Faisal juga mengatakan, pertumbuhan PKL tidak lepas dari dinamisnya pembangunan di daerah ini, terutama pembangunan infrastruktur yang bisa mendorong ekonomi masyarakat dan memanfaatkan peluang maupun memperluas usahanya secara kreatif.<br /><br />"Peran APKLI bersama instansi terkait bisa secara rutin menyosialisasikan peraturan pemerintah membahas aspek permodalan bagi PKL. Intinya, bagaimana PKL di Kalteng bisa diberdayakan secara sehat tanpa kekerasan," ujar Sekretaris Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kalteng itu.<br /><br />Keberadaan PKL terkadang menjadi permasalahan karena kebanyakan berjualan di tempat-tempat yang dilarang pemerintah. Misalnya pada trotoar, persimpangan jalan protokol, dan jalur hijau tanpa melihat situasi sehingga mereka melanggar aturan.<br /><br />“Dan ini yang perlu dipikirkan kembali, agar kedepan provinsi Kalteng bisa lebih menata para PKL yang ada tanpa adanya kekerasan,” tandas Faisal.<br /><br />Dia juga mengungkapkan, pertumbuhan dan peningkatan PKL di Kalteng cukup signifikan.<br /><br />Oleh sebab itulah, para PKL perlu diberdayakan hingga mampu menjadi usaha menengah, bukan lagi pedagang informal. Ini penting untuk mempercepat perkembangan perekonomian di masyarakat, katanya.<br /><br />"PKL penting kalau dilihat bagi peningkatan perekonomian daerah dan kesejahteraan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ada di Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya," demikian Muhamad Faisal.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.