Pemuda Harus Jaga Persatuan Dan Kesatuan

SEKADAU – Selesai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-90 di depan Kantor Bupati Sekadau Senin, (29/10 /18) awak media ini menemui Sekda Kabupaten Sekadau, Zakaria untuk diwawancarai terkait Hari Sumpah Pemuda.

Ia katakan, Sumpah Pemuda lahir sejak tahun 1928 yang saat itu para pemuda Indonesia mampu bertahan walaupun dibawah tekanan penjajah namun, mampu berkumpul memberi ide-ide untuk persatuan dan kesatuan. Untuk saat ini, pemuda kita sudah jauh beda. Pengetahuan sudah tinggi, bergaul bebas dan media informasi juga lengkap.

Oleh karna itu kata dia, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, pemuda saat ini perlu berhati-hati dalam menshere semua berita-berita. Jadi, kalau memang tidak ada kepentingan dengan pendidikan, kepentingan dengan persatuan dan kesatuan, jangan diteruskan. Karna jika diteruskan maka kita dianggap penyebar berita hoax.

“Penyebar hoax itu ada pasalnya (UU IT), maka kita akan bermasalah dengan hukum. Oleh karna itu maka harus hati-hati menshere berita. Jika untuk persatuan dan kesatuan untuk kemajuan bangsa silakan saja misalnya bagaimana cara belajar yang baik,” ujarnya.

Zakaria juga berpesan kepada para pemuda, untuk menghindari hal-hal yang negatif yang pertama adalah atur jadwal belajar selain belajar disekokah. Sore hari silakan main, lepas magrib belajar. Jadi tidak ada waktu lagi untuk nongkrong, main medsos di cafe sehingga tidak terpengaruh oleh hal negatif.

“Narkoba itu dimana-mana, mulai dari yang mahal sampai yang murah itu ada. Kalau pemuda tidak pandai membawa diri maka akan terjerumus,” tuturnya.

Terkait penggunaan medsos bagi para ASN Zakaria berpesan, jangan sembarangan menshere. Apalagi bernuansa politik karna ASN tidak boleh berpolitik praktis. Sanksi juga sudah jelas dari yang ringan, berat sampai pemecatan. Namun kita perlu juga mengetahui visi misi dari mereka dan siapapun yang terpilih itulah pemimpin kita.

Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau Albertus Pinus menuturkan, hari Sumpah Pemuda adalah hari kesepakatan pemuda, bagaimana pemuda mempersiapkan kemerdekaan. Pemuda ingin agar Indonesia punya hak dan kedaulatan yang sama dengan negara lain. Mereka bersepakat bagaimana supaya bahasa ini satu dan negara ini bersatu. Jadi, pemuda sekarang harus mendukung apa yang telah diperjuangkan pemuda pada 1928 lalu.

“Hebatnya pemuda waktu itu walaupun berbeda bahasa berbeda agama tapi mereka tidak memandang perbedaan. Mereka berupaya bagaimana supaya negara Indonesia bersatu,” ucapnya.

Oleh karna itu lanjutnya, pemuda sekarang harus berdaya saing. Karna jika tidak berdaya saing, kita tidak mampu mengisi pembangunan dengan baik dan akan tergilas oleh orang lain. Jadi, pemuda harus mengisi diri, mengasah diri dengan ilmu pengetahuan sehingga kedepan tidak akan tertinggal.

Negara ini sudah menyiapkan semua, memberikan rasa aman bagi kita. Dengan rasa aman disuatu negara atau daerah itu sudah luar biasa,” kata Pinus.

Kita di Indonesia kata Pinus, sudah mempersiapkan banyak hal untuk kepentingan pemuda. Sebagai contoh di masing-masing Pemda sudah ada Dinas Pemuda dan Olahraga. Ia berharap supaya pemuda harus melibatkan diri dibidang olahraga khususnya di Kabupaten Sekadau ini. Kita juga bersyukur karna pemerintah sudah menganggarkan untuk kegiatan olahraga seperti di KONI yang setiap tahun meningkat dari 300 juta sekarang menjadi 2,5 miliar.

“Sekarang hanya bagaimana pemuda mengelola dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah walaupun kecil tapi bisa dimanfaatkan kaum muda dibidang olehraga,” tuturnya.

Berkaitan dengan kemajuan tekhnologi dibidang medsos, Pinus berpesan kepada pemuda agar bisa menggunakan medsos dengan baik dan gunakan untuk hal-hal yang positif.
(AS /KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.