Penanganan Kebakaran Di Palangka Raya Terkendala Sarana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran, Anwar Sanusi Umar Gayo, Kamis mengatakan penanganan kebakaran di wilayah itu terkendala minimnya jumlah sarana serta minimnya anggaran. <p style="text-align: justify;">"Kita berdiri baru tiga bulan sehingga anggaran kita baru bisa upayakan naik pada anggaran perubahan nanti. Untuk menanggulangi kebakaran saat ini kami memiliki lima kekuatan mobil pemadam kebakaran. Itu pun dua diantaranya rusak dan hanya tiga armada yang dapat beroperasi. Meski demikian kami siap melakukan penanganan secara maksimal," katanya Palangka Raya, Kamis.<br /><br />Pada acara yang dihadiri camat, lurah, kapolsek, pemadam kebakaran swakarsa serta instansi terkait lainnya itu, dia mengatakan, dari total 37 peralatan milik Tim Serbu Api Kecamatan (TSAK) hanya tiga yang dapat berfungsi normal.<br /><br />"Sisanya ada yang perlu perbaikan dan harus dilakukan perawatan. Selain itu kita juga ada total 45 Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang terkadang juga mengalami kendala biaya operasi," kata dia saat memberikan materi dalam acara rapat Koordinasi, Kontigensi dan Mitigasi BPBD dan Damkar Palangka Raya 2015.<br /><br />Ia mengatakan, saat ini di "Kota Cantik" Palangka Raya telah terdapat puluhan titik api mulai dari kecil hingga sedang.<br /><br />"Titik api tersebut dapat terus bertambah jika kita tidak melakukan pencegahan. Titik api itu telah dilihat di kawasan Kecamatan Sebangau dam Jekan Raya," katanya.<br /><br />Ia mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pinjaman dua mobil "rescue" kepada DPBD Provinsi Kalimantan Tengah.<br /><br />"Namun sampai saat ini belum mendapat respon apapun. Harapan kita, jika itu bisa dikabulkan dapat kita gunakan sebagai kendaraan operasional yang bertugas melakukan pemantauan ke lapangan secara ‘mobile’ katanya.<br /><br />Terkait upaya penanganan kebakaran ia meminta seluruh pihak dapat bekerja sama dengan rangkaian "Bottom up" atau dari bawah ke atas.<br /><br />"Artinya penanganan masyarakat dapat terlibat langsung dengan koordinasi RT, kemudian RW, Lurah, Camat dan sebagai pusat koordinasi ialah Wali Kota yang dilaksanakan melalui BNPB Kota," kata dia.<br /><br />Guna memaksimalkan upaya penanggulangan kebakaran itu, ia pun meminta kepada pihak berwajib melakukan penangkapan bagi masyarakat yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.<br /><br />"Saya minta kepada pak Kalposek nanti kita bekerjasama lebih lanjut. Jika ada yang terbukti membakar harap ditangkap dan dilakukan tindakan hukum," katanya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.