Pendidikan Pramuka Masuk Ekstrakurikuler Wajib Kurikulum 2013

Pendidikan kepramukaan saat ini tak lagi sekadar mengisi masa senggang kaum para siswa, melainkan masuk ekstrakurikuler wajib pada kurikulum tahun 2013, kata Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono. <p style="text-align: justify;">"Kita bangkitkan lagi kepramukaan dalam rangka membentuk karakter generasi muda ke depan," kata Edi Rusdi Kamtono usai upacara memimpin Peringatan HUT ke-53 Gerakan Pramuka tahun 2014 Kwarcab Kota Pontianak, Kamis.<br /><br />Edi menjelaskan pendidikan formal saja tidaklah cukup untuk mencetak kaum muda yang handal dan berkarakter. Sebagai pendidikan non formal Gerakan Pramuka melengkapi pendidikan informal yang diperoleh anak-anak dalam keluarga dan pendidikan formal di sekolah.<br /><br />Peranan keluarga pelaku pendidik informal yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting. Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah sehingga Gerakan Pramuka mempunyai peranan penting dalam mengatasi permasalahan yang terjadi di kalangan kaum muda.<br /><br />"Kerja sama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non formal, dan pendidikan informal dalam keluarga sangat penting dan menjadi suatu keharusan," ujarnya.<br /><br />Edi menambahkan banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengikuti kegiatan kepramukaan diantaranya memupuk rasa kemanusiaan, nilai-nilai kejuangan, wawasan kebangsaan, rasa solidaritas, mengasah keterampilan dan hal-hal positif lainnya yang menjadi bekal bagi anggota pramuka untuk masa depannya.<br /><br />"Jadi karakter bangsa terbentuk melalui Gerakan Pramuka, misalnya tolong menolong, gotong royong, jujur, hormat kepada yang lebih tua dan lain sebagainya," kata Wakil Wali Kota Pontianak.<br /><br />Sementara itu, Ketua Kwarcab Kota Pontianak Winarto menyatakan, di ulang tahun gerakan Pramuka ke-53 ini akan merevitalisasi gugus depan-gugus depan yang ada di wilayah masing-masing.<br /><br />Diakuinya, selama masa reformasi ini ada semacam stagnan di Gerakan Pramuka karena kekurangan tenaga pembina di gugus depan. "Sejak dicanangkannya revitalisasi Gerakan Pramuka oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kami dari Kwarcab sudah memulai dengan meningkatkan pembina-pembina Gerakan Pramuka yang ada di gugus depan yang terdapat di tiap sekolah," ujarnya.<br /><br />Dengan memperbanyak pembina-pembina di gugus depan-gugus depan, pihaknya siap mengemban amanah dari pemerintah melalui UU No. 12/2010 tentang Gerakan Pramuka dan kurikulum tahun 2013 sebagai ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah.<br /><br />"Kami berharap pembinaan karakter bangsa ini bisa kita capai sesuai dengan harapan bangsa dan negara ini," kata Winarto.<strong> (das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.