Penduduk Miskin Di Kalteng Turun 0,22 Persen

Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Tengah turun sebesar 17.316 orang atau 0,22 persen pada Maret 2011 dibanding Maret 2010, kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah Drs. Panusunan Siregar. <p style="text-align: justify;"><br />"Jumlah penduduk miskin atau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan di Kalteng pada Maret 2011 mencapai 146.905 orang atau 6,56 persen. Angka tersebut menurun dari Maret 2010 yang tercatat 164.221 orang atau 6,77 persen," kata Panusunan Siregar di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Menurut dia, penurunan angka kemiskinan sebesar 17.316 orang tersebut terdiri atas penurunan di perkotaan sebesar 3.868 orang atau 0,12 persen dan di pedesaan sebanyak 13.448 orang atau 0,30 persen.<br /><br />"Garis kemiskinan pada Maret 2011 yakni sebesar Rp241.525, naik 12,09 persen dari tahun lalu yang hanya Rp213.466. Peran komoditas makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 80,87 persen. Sedangkan komoditas bukan makanan seperti perumahan, sandang, dan kesehatan sebesar 19,13 persen," ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, pada Maret 2010 hingga Maret 2011, indeks kedalaman naik dari 1,018 menjadi 0,988, yang mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin makin mendekati garis kemiskinan.<br /><br />"Indeks keparahan kemiskinan menunjukkan kecenderungan naik dari 0,238 menjadi 0,242. Angka ini menunjukkan ketimpangan pengeluaran penduduk miskin sedikit melebar dibanding 2010," terangnya.<br /><br />Dijelaskannya, jika dibandingkan antarprovinsi di Kalimantan, pada Maret 2011 angka kemiskinan tertinggi terjadi di Kalimantan Barat sebesar 8,60 persen dan terendah terjadi di Kalimantan Selatan sebesar 5,29 persen.<br /><br />"Secara umum terjadi penurunan persentase penduduk miskin di Kalimantan, di mana penurunan terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 0,89 persen," tegasnya.<br /><br />Penurunan persentase penduduk miskin selama Maret 2010 hingga 2011 dipengaruhi oleh menurunnya angka pengangguran terbuka dari 3,88 persen pada Februari 2010 menjadi 3,66 di Februari 2011.<br /><br />"Besar kecilnya jumlah penduduk miskin dipengaruhi oleh garis kemiskinan karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," katanya.<strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.