Pengamat: Penurunan Kepercayaan Terhadap Parpol Menguat

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengatakan, hasil survei yang dilakukan lembaganya menunjukkan bahwa gejala penurunan kepercayaan terhadap partai politik atau deparpolisasi semakin menguat di masyarakat. <p style="text-align: justify;">Ketika menjadi pembicara dalam Seminar Refleksi Akhir Tahun 2010 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bertema "Perkembangan Politik, Ekonomi dan Sosial Bangsa dalam Perspektif Platform PKS" di Jakarta, Minggu (26/12/2010), Burhanuddin mengatakan, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu cenderung mengalami penurunan dalam tiga kali pemilu yakni 1999 (92 persen), 2004 (84 persen) dan 2009 (71 persen). <br /><br />Menurut dia, penurunan tingkat partisipasi pemilih itu jelas mengindikasikan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik. <br /><br />Burhanuddin yang juga peneliti senior LSI itu menambahkan, penurunan kepercayaan masyarakat terhadap partai politik (deparpolisasi) itu antara lain terlihat dari semakin besarnya dukungan publik terhadap calon yang ingin maju menjadi kepala daerah melalui jalur independen atau nonparpol. <br /><br />Hasil survei nasional LSI pada April 2008 menunjukkan 80 persen masyarakat mendukung calon independen. <br /><br />Selain itu, katanya, aturan pemilihan langsung untuk memiilih pimpinan nasional maupun kepala daerah mengurangi arti penting partai politik, dengan munculnya figur dari luar partai yang lebih populer yang kemudian malah didukung parpol. <br /><br />"Sentimen media massa, mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat dan intelektual secara umum negatif dan sinis terhadap partai politik," katanya. <br /><br />Ia menambahkan, berdasarkan survei LSI sejak September 2005 hingga Oktober 2010, tingkat perasaan seseorang bahwa partai tertentu adalah identitas politiknya, tergolong rendah. <br /><br />Hal itu, lanjut Burhanuddin, menyebabkan "swing voters" atau pemilih mengambang menjadi terlalu tinggi dan para pemilih cenderung berpikir pragmatis dalam menentukan pilihan partainya. <br /><br />Akibatnya, katanya, dalam tiga kali pemilu terakhir, pemenangnya adalah partai yang berbeda yakni 1999 dimenangkan PDI Perjuangan, Pemilu 2004 dimenangkan Partai Golkar dan Pemilu 2009 dimenangkan Partai Demokrat. <br /><br />Selain Burhanuddin Muhtadi, pembicara lain dalam sesi politik seminar yang dilaksanakan PKS tersebut adalah pengamat politik dari LIPI Indria Samego, Indonesianis dari National University of Singapore Suzaina Kadir, dan mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid. <strong> (phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.