Penggunaan Bom Ikan Kembali Marak Di Karimata

Kepala Desa Padang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara, Fauzi menyatakan, pihaknya mendapat laporan dari nelayan-nelayan, banyak nelayan luar yang menangkap ikan di kawasan Pulau Karimata menggunakan bom ikan. <p style="text-align: justify;">"Saya banyak mendapat laporan dari nelayan-nelayan, yang melihat ada nelayan luar, seperti dari Ketapang yang menggunakan bom ikan untuk menangkap ikan di kawasan Karimata," kata Fauzi saat dihubungi di Sukadana, Senin.<br /><br />Ia menjelaskan, selama ini tudingan pengeboman ikan disandangkan kepada para nelayan di Kepulauan Karimata, ternyata hal itu tidaklah benar, karena masyarakat nelayan di pulau sudah lama tidak melakukan hal itu dan mulai menangkap ikan dengan sistem bubu yang justru ramah lingkungan.<br /><br />"Kami berharap, aparat atau instansi terkait menindak tegas para nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom ikan itu, karena merusak karang dan lingkungan, sehingga berdampak akan semakin berkurangnya hasil tangkapan nelayan kami kedepannya," ujarnya.<br /><br />Fauzi menambahkan, saat ini nelayan di Kepulauan Karimata sudah mulai memahami dampak negatif dari menggunakan bom ikan, sehingga saat ini, mereka sangat membenci penggunaan bom untuk menangkap ikan.<br />Salah seorang nelayan dari Desa Padang Kepulauan, Kecamatan Karimata yang namanya enggan disebutkan menyatakan, dirinya melihat ada sekitar tiga unit kapal nelayan pengebom ikan dari Kabupaten Ketapang berlabuh di Pulau Buan, Kecamatan Kepulauan Karimata.<br /><br />"Kapal-kapal itu bekerja malam hari, atau jika pada siang hari di saat-saat tidak ada kapal yang melintas," ujarnya.<br /><br />Menurut dia, dari hasil tangkapan, ikan yang ditangkap dengan menggunakan bom ikan, memiliki ciri-ciri dari remuknya tulang belulang ikan, sehingga ikan terlihat lembek ketika ditegakkan dengan cara memegang bagian kepala di bawah dan ekor di atas.<br /><br />Selain itu, ikan tersebut lebih mudah rusak atau hancur karena dampak ledakan bom ikan tersebut, katanya.<br /><br />Menurut dia, ciri-ciri kapal nelayan asal Ketapang yang menggunakan bom ikan tersebut, pada bagian atas kapal (geladak) banyak disimpan bubu ikan, dan terdapat satu buah sampan kecil.<br /><br />"Bom-bom ikan yang biasa mereka gunakan untuk mengebom itu disimpan di bawah lunas kapal sebagai upaya menyembunyikan barang bukti jika sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan aparat atau instansi terkait," ungkapnya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.