Penutupan Sementara Bandara Sampit Rugikan Maskapai

Penutupan sementara Bandara H Asan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah untuk pesawat berbadan besar, menimbulkan kerugian bagi maskapai yang beroperasi di bandara tersebut. <p style="text-align: justify;">"Dari sisi bisnis kami kehilangan potensi pendapatan, tapi kami memaklumi kondisi ini memang terpaksa dan demi keselamatan penerbangan juga," kata Branch Manager Kalstar Aviation Sampit, H Efrizal di Sampit, Selasa.<br /><br />Otoritas Bandara H Asan Sampit menutup bandara tersebut untuk pesawat berbadan besar terhitung sejak Senin kemarin (3/6). Tindakan itu terpaksa diambil setelah aspal landasan pacu di beberapa titik terkelupas pada sehari sebelumnya, sehingga harus diperbaiki.<br /><br />Efrizal mengatakan akibat kejadian itu, pihaknya terpaksa mengembalikan seratus persen biaya tiket sebanyak 70 penumpang yang sebelumnya dijadwalkan berangkat Senin. Hingga hari ini mereka belum bisa memberangkatkan penumpang karena landasan pacu masih diperbaiki.<br /><br />"Tapi hari ini kami kembali membuka pemesanan tiket untuk besok. Tadi pagi pihak bandara menyatakan kemungkinan perbaikan selesai sore ini sehingga landasan pacu bisa kembali digunakan besok,"kata Efrizal.<br /><br />Saat ini pesawat besar jenis Boeing milik Kalstar melayani penerbangan Sampit-Jakarta dan sebaliknya dengan rata-rata penerbangan hampir terisi penuh. Untuk penerbangan tujuan Semarang dan Surabaya rencananya akan kembali dibuka Juli mendatang.<br /><br />Sementara itu, Pelaksana Harian Bandara H Asan Sampit, Rudi Catur menjelaskan, kerusakan landasan terjadi di titik 1500 hingga 1800 meter yang tersebar di beberapa titik kerusakan.<br /><br />Sementara landasan antara titik nol hingga 1400 masih bagus sehingga masih bisa digunakan untuk lepas landas dan pendaratan pesawat kecil.<br /><br />Kerusakan tersebut terjadi Minggu sore yang diduga akibat kondisi landasan yang memang harus direkonstruksi atau diperbaiki. Akibat kerusakan itu, pesawat Merpati tujuan Jakarta terpaksa dibatalkan sehingga sempat dikeluhkan penumpang.<br /><br />Rudi kembali menegaskan, landasan yang mengalami kerusakan tersebut tahun ini memang sudah direncanakan diperbaiki, bahkan sudah dalam proses lelang.<br /><br />Namun ternyata, landasan rusak sebelum perbaikan dilakukan sehingga aktivitas penerbangan untuk pesawat besar terpaksa ditutup sementara.<br /><br />"Untuk perbaikan ini dianggarkan Rp12 miliar. Tanah kita ini kan gambut jadi memang cepat tidak stabil, idealnya tiap tahun harus dilakukan pelapisan aspal," tandas Rudi.<br /><br />Saat ini ada dua maskapai yang beroperasi di Bandara H Asan Sampit yaitu Kalstar Aviation dan Merpati Nusantara Airlines. Untuk tujuan Jakarta dan Surabaya, tiap keberangkatan maupun kedatangan pesawat, rata-rata mengangkut sekitar 100 penumpang. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.