Penyerang Brimob Di Papua 10 Orang

Sebanyak sepuluh orang diperkirakan menjadi penyerang anggota Brimob di Puncak Jaya, Papua pada pukul 15.00 WIT Sabtu (3/12), yang menyebabkan dua anggota Brimob tewas. <p style="text-align: justify;">"Diduga ada 5-10 orang yang menyerang anggota dan tidak bisa dipastikan semua bawa senjata atau tidak, yang pasti mereka gunakan senjata api," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Pol Boy R Amar, di Jakarta, Minggu.<br /><br />Dua anggota Brimob yang bertugas di Puncak Jaya, Bripda Eko Apriansyah dan Bripda Ferliyanto Kalupu, tewas karena penyerangan secara sporadis oleh kelompok sipil bersenjata.<br /><br />"Jadi hari ini jasad kedua anggota Polri di Rumah Sakit Mulia, Jayapura yakni Bripda Eko akan dibawa ke Jakarta, selanjutnya ke Palembang dan Bripda Bripda Ferliyanto Kalupu dibawa ke Gorontalo, tempat orang tuanya melalui Makassar," kata Boy.<br /><br />Ketika itu, 12 orang anggota Brimob sedang evakuasi dua orang anggota Brimob yang sedang demam serius karena sakit malaria di Pos Polisi Tinggi, sehingga hendak dibawa ke Rumah Sakit Distrik Mulia, namun dalam perjalanan terjadi penyerangan.<br /><br />Kedua anggota Polri yang tewas berasal dari Mako Brimob Kelapa Dua, Depok yang diperbantukan di Puncak Jaya itu adalah Brimob organik Polda Papua. Boy mengatakan tidak ada tambahan pasukan pasca tewasnya dua anggota Polri di Papua. "Kita berdayakan yang sudah ada saat ini," katanya.<br /><br />Berkaitan penembakan itu, polisi akan tetap melakukan upaya penegakan hukum. Karena ini akan menimbulkan keresahan di kalang masyarakat Puncak Jaya dan Papua pada umumnya.<br /><br />Sebelumnya, dua anggota polisi yang dianiaya kelompok bersenjata juga adalah Bripka Dian Budi Santosa, Kanit Intelkam Polsek Nimbokrang dan Bripda Ridwan Napitupulu dari Satuan Intelkam Polres Jayapura saat melaksanakan pengecekan,<br /><br />Dua anggota Kepolisian Negara RI dikeroyok dan dipanah oleh kelompok bersenjata pada pukul 01.00 WIT di Jayapura, Papua, Kamis (1/12).<br /><br />Dua anggota polisi yang dianiaya itu telah mendapatkan perawatan dan kondisinya semakin membaik.<br /><br />Polri terus melakukan langkah-langkah, baik pencegahan maupun penindakan, untuk menjaga kondisi Papua tetap aman. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.