Penyuluh Agama Ujung Tombak Pembangunan Karakter

Keberdaan penyuluh agama menjadi hal penting dalam upaya membangun karakter bangsa yang berlandaskan agama. Pemerintah pun memberikan penghargaan atas peran mereka itu. <p style="text-align: justify;">“Kita ada penyuluh agama berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan non PNS,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang, Romli kepada kalimantan-news, Senin (07/03/2011).<br /><br />Untuk yang PNS, menurutnya memang sudah menjadi tugas pokok melaksanakan tugas penyuluhan, tetapi peran penyuluh agama non PNS tidak bisa dipandang kecil karena sebenarnya sangat membantu dalam memberikan penerangan dan pencerahan masalah agama di wilayahnya masing-masing.<br /><br />“Penyuluh agama non PNS ini merupakan sentral di komunitasnya masing-masing seperti guru ngaji, takmir masjid atau lainnya,” kata dia.<br /><br />Menurutnya, di Sintang untuk penyuluh agama non PNS ada 17 orang untuk agama Islam, 20 orang katolik dan 20 kristen protestan.<br /><br />“Mereka tersebar di 14 kecamatan yang ada di Sintang,” kata dia.<br /><br />Ia menjelaskan, peran dari penyuluh agama non PNS ini memang bersentuhan langsung dengan masyarakatnya sehingga selain ilmu agama yang dimiliki, juga mereka dibekali berbagai informasi lainnya melalui kegiatan orientasi yang dilaksanakan Kantor Kemenag.<br /><br />“Beberapa informasi terbaru juga kita upayakan bisa disampaikan ke penyuluh ini, seperti misalnya tentang Ahmadiyah, ketika ada masyarakat yang bertanya maka mereka bisa memberikan penjelasan,” ucapnya.<br /><br />Menurutnya, honor yang diberikan pemerintah memang tidak seberapa jika dilihat dari nilai rupiahnya, hanya Rp 150 ribu per bulan, tetapi inilah bentuk pengakuan dan penghargaan pemerintah atas eksistensi mereka selaku ujung tombak pembinaan keagamaan di komunitasnya.<br /><br />“Karena tanpa honor itupun sebenarnya mereka sudah menjalankan dungsi pembinaan keagamaan di wilayahnya, jadi ya semacam tali kasih lah atas kerja-kerja sosial yang mereka lakukan selama ini,” imbuhnya.<br /><br />Beberapa waktu lalu, ia mengatakan kegiatan orientasi sudah dilaksanakan untuk penyuluh agama non PNS ini dan diisi beragam materi yang disampaikan oleh kepala kantor Kemanang yang berkaitan dengan kebijakan hingga penyuluh fungsional yang mencakup peran dan fungsi penyuluhan agama.<br /><br />“Saya kira tambahan informasi itu bisa jadi modal bagi para penyuluh ini ketika beraktivitas di masyarakat, agar masyarakat ada kejelasan ketika ada informasi yang ingin diketahui terkait masalah keagamaan,” jelasnya.<br /><br />Ia melihat peran peyuluh agama non PNS itu sangat strategis sehingga jika memungkinkan, sebenarnya pemerintah daerah bisa memberikan bantuan tambahan untuk operasional mereka dilapangan.<br /><br />“Sejauh ini memang dari anggaran kita da alokasinya memang terbatas, tentunya jika ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mereka akan lebih baik lagi mengingat peran mereka sebagai sentral di komunitasnya,”pungkasnya. <strong>(*)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.