Peran Masyarakat Penting Wujudkan Asean Commnunity

Target mewujudkan Komunitas ASEAN atau ASEAN Community 2015 sangat ditentukan oleh keberhasilan kerjasama antarnegara, baik pemerintah maupun parlemen, dan yang tidak kalah penting masyarakat. <p>Peningkatan pemahaman antarkultur masyarakat di 10 negara ASEAN diharapkan dapat membangun rasa memiliki yang lebih kuat.<br /><br /> “Iya ini penting, bagaimana mau mencapai ASEAN Community kalau sesama masyarakat ASEAN saja belum saling mengenal dan memahami. Di Myanmar ini misalnya ada yang tidak tahu bendera Indonesia,” kata Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR Surahman Hidayat, saat menghadiri ASEAN-AIPA Interface Dialogue pada 24th ASEAN Summit 2014 di Nya Pyi Taw, Myanmar, Minggu (11/5).<br /><br />ASEAN-AIPA Interface Dialogue merupakan pertemuan yang diadakan antara Kepala Negara/Pemerintahan negara anggota ASEAN dengan negara anggota ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA). Sebagai organisasi parlemen AIPA mempunyai peran mendukung pembentukan ASEAN Community terutama pada harmonisasi undang-undang terkait.<br /><br />Surahman yang memimpin delegasi BKSAP DPR RI dalam pertemuan itu memberikan masukan terhadap rekomendasi AIPA yang terdiri dari lima poin penting diantaranya memastikan partisipasi aktif anggota parlemen dan para pemangku kepentingan lainnya dalam proses pembangunan komunitas ASEAN. Guna mengoptimalkan kontribusi AIPA, diperlukan peningkatan hubungan ASEAN-AIPA untuk memungkinkan kedua belah pihak dapat mencapai tujuan bersama.<br /><br />Dalam pertemuan tersebut Presiden AIPA yang dijabat oleh Parlemen Laos, Mdm. Pany Yathotou, menyampaikan komitmen untuk mendukung tiga pilar ASEAN Community. Terkait tantangan keamanan regional, ASEAN didesak untuk lebih meningkatkan solidaritas kawasan dengan lebih menghormati hukum yang berlaku dan mendukung usaha-usaha ASEAN dalam mencari penyelesaian secara damai di setiap perselisihan, seperti Code of Conduct in the South China Sea, Comprehensive Agreement on the Bangsamoro antara Pemerintah Republik Filipina dan Moro Islamic Liberation Front.<br /><br />Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir mewakili pemerintah memberikan penekanan tentang pentingnya mengedepankan masyarakat dalam memajukan kawasan ASIA Tenggara ini. “Dulu ASEAN-AIPA hanya berfokus pada kerjasama di bidang ekonomi, namun sekarang kerjasama people to people sangat penting sehingga dapat menyentuh segala lapisan masyarakat,” kata SBY yang didampingi Menlu Marty Natalegawa.<br /><br />Kepala Negara ASEAN lain dalam pidatonya menekankan kerjasama ASEAN-AIPA harus ditingkatkan agar tidak ada gap antara eksekutif dan legislatif sehingga kesepakatan yang dihasilkan dapat terintegrasi sehingga menghasilkan pemahaman bersama. Peran anggota parlemen sebagai wakil rakyat sangat penting dalam proses pencapaian ASEAN Community karena anggota parlemen dapat memberikan informasi langsung kepada masyarakat. (BKSAP)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.