Peringati HAN dan HKN, PKK, DPA dan KB Gelar Workshop Metode dan Media Pembelajaran

MELAWI, KN – Guna meningkatkan kompetensi dan kemampuannya dalam proses pembelajaran, PKK Bekerjasama dengan Dinas perlindungan anak dan KB serta BKKBN Provinsi Kalbar menggelar workshop tentang metode dan media pembelajaran di Paud untuk guru-guru paud se Kabupaten Melawi, Senin (2/9) hingga Selasa (3/9) di Pendopo Bupati Melawi.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Disdikbud tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) dan Hari Keluarga Nasional (HKN).

“Ini upaya kita meningkatkan kompetensi dan kemampuan para tenaga pendidik PAUD dan TK. Workshop ini diberi agar guru Paud tau ilmu bagaimana menstimulasi kreativitas dan kecerdasan anak usia dini. Saya juga bangga kepada para beserta dalam mengikuti kegiatan workshop ini dan atas kemauannya ingin belajar dan berusaha menambah ilmu yang gunanya menjadi bekal untuk nantinya sekaligus menjadikan contoh yang baik untuk anak- anak baik dalam usia dini sampai beranjak dewasa,” UNGKAP ketua TP PKK Melawi yang juga merupakan Bunda Paud Melawi udai pembukaan kegiatan itu.

Lebih lanjut disampaikannya pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini, adalah sebuah investasi jangka panjang, jika guru Paud memberikan yang terbaik, maka Insya Allah di masa depan juga mendapatkan yang terbaik pula. Dalam menggapai hal itu, guru Paud dituntut untuk selalu berkreatif.

“Misalnya bagaimana agar bisa menjadi guru yang asyik dan menyenangkan bagi para murid. Kemudian bisa mengambil momen moment tertentu untuk pembelajaran. Sehingga anak-anak senang mendapatkan pembelajaran sambil bermain yang kreatif. Tidak membuat anak-anak menjadi bosan,” paparnya.

Menurutnya Menjadi guru PAUD yang kreatif adalah kerelaan, adalah ketulusan adalah keberanian . Guru PAUD adalah Kerelaan, Relah ketika harus Terus Belajar dan Belajar, Tidak ada kata puas untuk seorang guru yang kreatif. Maksudnya guru yang kreatif adalah suatu semangat untuk terus mengembangkan diri demi kebaikan diri sendiri, anak didik dan lembaga.

Kemudian selalu berfikir Inovatif. Sebab niwa yang kreatif terlahir dari sebuah pemikiran guru yang selalu ingin berinovasi sehingga selalu bervariasi dalam memberikan materi pelajaran kepada anak didiknya. Tidak Gaptek ( Gagap Teknologi ) sebab bisa menjadi penghambat seorang guru untuk menjadi kreatif. Guru yang kreatif harus peka terhadap perkembangan jaman.

“Misalnya bisa mengkombinasikan yang bersifat kuno menjadi sesuatu yang menarik. Artinya bisa menggabungkan sesuatu yang kuno dengan yang modern. Misalnya, memvariasikan permainan tradisional dengan permainan modern.

Guru Paud adalah ketulusan, guru yang mempunyai kecintaan yang tulus pada anak, berminat pada perkembangan anak, bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak, hangat dalam bersikap dan bersedia bermain dengan anak,”pungkasnya. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.