Peringati Hari Bumi, IMPA Gelar Aksi Tanam Pohon dan Bersih Lingkungan

MELAWI- Dalam memperingati hari bumi, Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam (IMPA) STKIP Melawi, melaksanakan berbagai kegiatan. Selain itu, juga melakukan deklarasi Earth Day dengan penandatangan gerakan cinta bumi, Minggu (22/4).
Rio selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan, setiap tahun pada  22 April diperingati sebagai Hari Bumi, yang juga menandai hari lahirnya gerakan lingkungan modern pada tahun 1970. Wujud peringatan tersebut menjadi moment bagi IMPA STKIP Melawi mengadakan kegiatan bertema gerakan cinta bumi dengan menanam pohon serta membuang sampah pada tempatnya.
“Kegiatan ini sebagai bentuk aksi nyata IMPA untuk lebih mencintai bumi. Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Apel Siaga Lingkungan, Bersih Lingkungan, deklarasi Earth Day penandatanganan kita peduli, dan ditutup dengan pembangian bibit pohon ke masyarakat di beberapa titik kota Pinoh kabupaten Melawi.” kata Rio disela-sela kegiatan.
Menurutnya, hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati para aktifis peduli lingkungan saja di seluruh dunia. Disisi lain, peringatan hari bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis, namun minim tindak lanjut secara nyata di lapangan. “Padahal kita ketahui, berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan degradasi lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Kerusakan lingkungan disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga, ” paparnya.
Anggota IMPA STKIP Melawi menanam lohon di sekitar lingkungan kampus STKIP

 

Terpisah, Joni selaku ketua IMPA STKIP Melawi mengatakan, Kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup. Padahal upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini, dan tanggung jawab itu tidak akan bisa diemban dengan baik jika hanya sekedar teori belaka, harus ada aksi nyatanya, ” ujar Joni.
Sementara itu, Ahmad Khoiri selaku  dosen Pembinaan Kemahasiswaan STKIP Melawi menegataka, bahwa kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup dengan menanam pohon dan tidak membuang sampah sembaranga harus dilaksanakan dengan nyata, tidak hanya sekedar omongan saja, namun garus  melakukannya dengan nyata, misalnya mengolah sampah menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis.
“Untuk itu, Mahasiswa STKIP Melawi harus berperan aktif mengajak masyarakat memandang sambah bukan sebagai masalah, konsep mengatasi sampah harus dengan memahami akan konsep 3R yakni reuse, reduce, recycle,” ucapnya
Khoiri menjelaskan, Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah, dan Recycle berarti mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat.
“Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Bumi tempat kita tumbuh hidup dan berkemban. Untuk itu mari jaga bumi kita karna bumi adalah rumah kit,” pungkasnya. (edi/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.