Perjuangan Sang Perawat Pendamping Zaki, Rela Makan Melantai Di Ruang Tunggu

MELAWI – Jumat (21/6) menjadi hari kedua Zakiarta (3,1) menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Di hari pertama Zaki menjalani pemeriksaan bola mata serta pengecekan hasil ct scan yang dilakukan di Pontianak. Pemeriksaan itu berjalan lancar, dan tentunya tidak terlepas dari peran seorang perawat pendamping Zakiarta yakni, Saif Baitul Ham, S.Kep.

Saif Baitul Ham, S.Kep rela makan melantai di ruang tunggu RSCM demi kelancaran proses pengobatan Zakiarta

Saif harus berjuang melawan kantuk sejak pukul 03.00 dini hari demi mendapatkan nomor antrian awal agar Zaki tidak berlaga-lama menunggu pemeriksaan. Hingga selesai pemeriksaan fase pertama di ruang poli mata, Saif tetap mendampingi. Tentu dengan kesibukan itu makapun tak teratur tempatnya.
“Alhamdulillah pemeriksaan hari pertama berjalan lancar. Zakiarta menjalani pemeriksaan bola mata di poli mata. Zaki tidak begitu lama menunggu untuk di panggil ke poli mata. Sebab saya sudah mengantri untuknya sejak pukul 03.00 dini hari. Disana kalau kita kesiangan pasti akan lama menunggu. Zaki masuk sekitar pukul 11.00 WIB dan keluar sekitar 12.30 WIB,” kisah Saif melalui via seluler.
Di hari kedua, seperti hari pertama, Saif juga harus melawan kantuk untuk mendaftarkan Zakiarta agar bisa bertemu dengan dokter Anak. Terlihat dari sebuah foto yang di kirim Fitriyani selaku Ibunda Zakiarta, karena tak ingin meninggalkan Zakiarta, Saif harus makan nasi bungkus melantai di belakang kursi tunggu. Hal itu tentu membuat kagum, karena perawat pendamping Zaki benar-benar berjuang demi kelancaran pengobatan Zaki.

Pada hari kedua itu, karena hari Jumat, akhirnya Zakiarta baru bisa dipertemukan dengan dokter anak sekitar pukul 13.00 WIB. Saif mengatakan pada pertemuan Zaki dengan dokter anak itu, hanya konsultasi terkait tindakan yang harus dijalani Zaki selanjutnya.
“Hari ini bertemu dokter anak, berkonsultasi terkait tindakan berikutnya. Hari senin nanti, Zaki akan dilakukan pemeriksaan darah di laboratorium untuk mengetahui trambositnya serta kondisi kesehatannya baik atau tidak. Jika tidak maka dilakukan pemulihan dulu. Namun jika stabil maka akan dijadwalkan pengambilan cairan otak dan sumsumnya untuk diperiksa agar bisa mengetahui apakah sel tumor yang diderita Zaki sudah menyebar ke otak dan tulang sumsum atau tidak. Nantinya, Zaki juga akan menjalani proses kemo ,” jelasnya.
Fitriyani selaku Ibunda Zakiarta mengaku nyaman dengan pendampingan yang dilakukan Saif. Menurutnya Saif sosok orang yang bertanggung jawab dengan tugasnya. “Salut bang dengan bang Saif. Ia benar benar mendampingi dan mengurus proses pengobatan Zaki disini. Mudah-mudahan dia selalu diberikan kesehatan,” kata Fitri mengakhiri. (ed/KN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.