Perpustakaan Singkawang Gelar Baca Bareng 1000 Buku

Kantor Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Kota Singkawang menggelar kegiatan baca bareng 1000 buku yang dilaksanakan di Kantor Pemkot setempat. <p style="text-align: justify;">Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Singkawang itu diikuti peserta yang berasal dari pelajar SD-SMA, Mahasiswa, guru-guru dan masyarakat umum.<br /><br />Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang, Darnila, Rabu mengatakan jika Gerakan Singkawang Membaca itu hanya sekitar 15 menit.<br /><br />"Saya kira dengan waktu 15 menit itu materi yang ringan habis dibaca. Tetapi untuk materi yang berat, tidak habis, makanya kita sampaikan tadi, kalau ingin lebih banyak membaca, silakan datang ke Perpustakaan," kata Darnila.<br /><br />Darnila menjelaskan, seribu buku yang dibaca secara bersamaan ini cukup bervariasi, tergantung usia dan tingkat pendidikannya.<br /><br />"Bukunya ada yang untuk murid SD, SMP dan SMA, mahasiswa dan masyarakat umum, ungkapnya.<br /><br />Gerakan Singkawang Membaca Seribu Buku itu, kata Darnila, merupakan efek kejut dengan melibatkan seribu orang, supaya mata masyarakat terbuka lagi untuk membaca.<br /><br />Selama ini, jelasnya, Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Singkawang hanya memberikan sosialisasi secara Door to Door ke sekolah.<br /><br />"Kadang-kadang siswa siswi, TK, PAUD kami undang datang ke Perpustakaan untuk mendongeng, berwisata buku, dan lain-lain. Nah sekarang ini efek kejutnya, setelah ini mungkin kita lebih gencar lagi untuk mempromosikan gerakan membaca," tuturnya.<br /><br />Ditempat yang sama, Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengatakan, kegiatan ini patut mendapat apresiasi yang tinggi, lantaran sebagai upaya untuk memasyarakat minat, dari tidak menjadi suka membaca buku.<br /><br />"Pembangunan minat membaca ini memerlukan proses dan waktu serta strategi penanganan secara baik," katanya.<br /><br />Menurut Awang, pembangunan minat membaca serta meningkatkannya menjadi budaya membaca di lingkungan masyarakat, tidak bisa dilakukan secara perseorangan atau sekelompok orang atau lembaga seperti Perpustakaan Daerah.<br /><br />"Saya mengajak semua pihak untuk membangun budaya gemar membaca, perpustakaan komunitas di lingkungan," ucapnya. (das/ant)</p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.