Petani Perbatasan Kaltim Akan Belajar Ke Bali

Petani rumput laut yang berada di kawasan perbatasan Kaltim-Malaysia akan diajak belajar cara mengembangkan rumput laut di Provinsi Bali, pasalnya prospek ekonomi komoditi itu dinilai menjanjikan. <p style="text-align: justify;">"Rencananya pada 2012 sebanyak lima pembudidaya asal Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan akan dibawa ke Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali untuk belajar pengelolaan rumput laut yang lebih berkualitas," ujar Kepala BPKP2DT Kaltim Adri Patton di Samarinda, Kamis.<br /><br />Dilanjutkannya, Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan Pedalaman dan Daerah Terpencil (BPKP2DT) Kaltim memutuskan mendorong pengembangan budidaya rumput laut di Pulau Sebatik, setelah melakukan berbagai kajian ke sejumlah daerah perbatasan.<br /><br />"Mereka akan belajar tentang pengelolaan rumput laut yang lebih baik. Bukan hanya proses budidayanya, tapi juga cara penanganan pasca panen," kata Adri Patton didampingi Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha Diddy Rusdiansyah.<br /><br />Pada 2012, lanjutnya, program pembangunan perbatasan akan didorong ke arah yang lebih implementatif. Masyarakat perbatasan harus bisa melihat langsung contoh sukses pengelolaan di daerah lain.<br /><br />Pengembangan budidaya rumput laut itu akan difokuskan bagi masyarakat Sebatik Barat yang merupakan pintu masuk ekonomi di kawasan tersebut.<br /><br />Lokasi persisnya berada di Desa Setabu yang merupakan desa tertua di kawasan itu. Masyarakat desa ini masih menggunakan metode sederhana dalam pengelolaan budidaya rumput laut.<br /><br />Akibat dari pola sederhana itu, kualitas rumput laut yang dihasilkan belum baik. Pengaruh berikutnya, rumput laut yang dijual pun dipatok dengan harga yang tidak terlalu tinggi.<br /><br />Harga rumput laut per kilogram masih Rp6.000 hingga Rp6.500, padahal harga pasarnya mencapai Rp7.000. Masyarakat sulit menentukan harga karena secara organisasi belum bergabung dalam satu wadah yang kuat, seperti koperasi.<br /><br />Untuk itu, ke depan masyarakat di perbatasan juga akan didorong untuk membuat koperasi, karena lembaga ini mampu menjadi tiang ekonomi masyarakat.<br /><br />Selain memperkuat kelembagaan koperasi, penting juga bagi mereka memahami teknologi informasi melalui jejaring internet.<br /><br />Pemahaman internet akan sangat berguna untuk mengetahui patokan harga pasar sehingga pembudidaya rumput laut bisa menentukan harga yang lebih layak.<br /><br />Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakat perbatasan wilayah darat, badan ini akan mengembangkan pengolahan tebu dengan teknologi tepat guna dalam bentuk dua unit mesin, masing-masing mesin manual dan semi otomatis.<br /><br />Mereka juga akan dibawa ke Malang, Jawa Timur untuk mengetahui cara menanam tebu yang baik, sedangkan untuk pengolahan tebu akan dibawa ke Tegal, Jawa Tengah. <strong>(das/ant)</strong></p>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.